SK KANS GUBERNUR


Manado, MS

Kursi top eksekutif Nyiur Melambai panas. Sinyal masuknya Olly Dondokambey (OD) di jajaran kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi) yang kian menguat, jadi penyebab. Teranyar, kabar peralihan posisi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) ikut mengencang. ‘Mapatu’ pemerintahan yang bakal ditinggalkan OD kans digenggam Wakil Gubernur Steven Kandouw (SK).

Isu pergeseran kursi Gubernur Sulut ini meledak pasca pernyataan singkat yang dilontarkan OD di hadapan wartawan saat diwawancarai di Kompleks Villas The Raewaya di Desa Nyambu Tabanan Bali, Minggu (11/8) kemarin. “SK (Steven Kandouw) siap-siap jadi gubernur,” lugas OD.

Berbagai spekulasi menyeruak pasca pernyataan tersebut dilontarkan. Penegasan itu dipandang sebagai isyarat jika Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu akan mendapat penugasan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk masuk dalam Kabinet Menteri. Olly tak menampiknya.

‘Ya memang jika ditugaskan ibu ketua (Megawati, red), sebagai petugas partai tentu harus saya lakukan," ungkapnya.

Olly terang-terangan mengakui jika Megawati telah meminta ke Presiden Jokowi untuk memberikan jatah menteri lebih banyak bagi kader PDIP di kabinet jilid 2 ini. Itu telah disampaikan langsung saat pembukaan kongres PDIP ke lima baru-baru ini.

“Tentu ada jalan terbaik yang akan Tuhan berikan untuk Sulut dan Indonesia," tandas Bendahara Umum DPP PDIP ini tiga periode itu.

 

SK Siap Terima Perintah

Sinyal peralihan kursi Gubernur Sulut berhasil memantik reaksi banyak kalangan. Tak terkecuali dari Wagub Steven Kandouw, sosok yang disebut Olly akan menggantikan posisinya.

SK menyebut dalam posisinya sebagai bawahan, apapun yang diperintahkan pastinya siap dilaksanakan. "Saya ini anak buah. Jadi harus siap terima perintah," tulisnya saat dikonfirmasi via layanan Whatsapp.

Di sisi lain, pengamat politik Sulut Dr Ferry Daud Liando menilai, isyarat penunjukan SK sebagai pengganti Olly adalah hal yang wajar. Selain posisinya saat ini sebagai Wagub, SK selama ini dipandang telah menunjukan kesetiaannya.

“Hubungan keduanya cukup solid dan harmonis, dan ini tentu menjadi salah satu pertimbangan sebagai kader penerus. Pak Steven selalu menjadi penyeimbang jika Pak Olly menjalankan tugas-tugas kenegaraan lainnya. Juga sebagai mantan ketua DPRD, tentu menjadi bekal yang bagus bagi Pak Steven untuk melanjutkan jabatan gubernur,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik di Universitas Sam Ratulangi itu.

Liando juga menilai SK sangat serius menjalankan tugas sebagaimana yang menjadi tupoksinya sebagai wakil gubernur. “Sehingga tidak ada masalah jika akhirnya beliau meneruskan jabatan gubernur jika akhirnya Pak Olly masuk kabinet,” imbuhnya.

Namin demikian, kondisi politik yang sangat dinamis saat ini dinilia akan memungkinkan segala sesuatu bisa saja berubah. “Sebab sepanjang belum dilantik sebagai menteri oleh Presiden, maka tak ada satupun yang bisa mendahului,” tandas Liando.

 

OLLY REPRESENTASI INDONESIA TIMUR DI KABINET JOKOWI

Peluang Olly menjabat menteri di periode kedua pemerintahan Jokowi sangat besar. Apalagi isu memang sudah bergulir cukup lama. Bahkan di awal jabatannya usai terpilih sebagai Gubernur Sulut 2014 lalu, kabar itu sudah santer terdengar. Pengaruh kuat yang dimiliki Olly di jajaran PDIP, parpol yang berhasil menghentar Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia dua periode, jadi salah satu alasan.

“Janji Jokowi untuk memberikan jatah paling banyak kepada PDIP dari semua parpol pendukungnya pada Pilpres 2019 tentu memberi peluang besar bagi Pak Olly untuk bisa masuk kabinet. Pak Olly itu adalah salah salah satu kader yang paling dekat dengan Megawati, sehingga kemungkinan usulan sebagai menteri akan disampaikan langsung oleh Megawati,” kata Liando.

Dia menilai, alasan tersebut sangat objektif mengingat keberhasilan Olly membesarkan PDIP, utamanya di Sulut. “Pak Olly adalah ketua DPD PDIP yang berhasil menempatkan Sulut sebagai 4 daerah peraih suara terbesar untuk Jokowi setelah Bali, Jateng, dan NTT. Kemudian pengalamannya menjadi anggota DPR-RI dan kini gubernur tentu menjadi alasan logis,” tandasnya.

Sinyal Olly masuk jajaran menteri diyakini begitu kuat. Sebab menurut Liando, Megawati memang mensyaratkan jika menteri di jajaran kabinet Jokowi harusnya pernah berkiprah sebagai anggota DPR-RI.

“Nah, jika Pak Olly kemudian jadi menteri, beliau tak sekedar sebagai kader PDIP tetapi juga akan menjadi representasi figur dari indonesia timur serta sebagai representasi umat Kristen di kabinet nanti,” ujar Liando.

Namun untuk memutuskan apakah jadi menteri atau tetap sebagai kepala daerah, Liando menyebut yang paling menentukan adalah Olly sendiri. “Beliau yg paling tahu mana lenggang yang paling aman ketika memberi diri dalam pengabadian politik. Sepanjang motif politiknya adalah untuk mengabdi bagi rakyat sebetulnya menjadi menteri atau tetap sebagai gubernur keduanya memiliki derajat yang sama,” katanya.

Namun menurut Liando, jika ingin mengangkat derajat masyarakat Sulut, maka yang paling ideal jika jabatan menteri itu diterima. “Karena akan ada kebanggaan bagi masyarakat Sulut jika ada putra daerahnya berada dalam jajaran kabinet. Branding Sulut tentu akan lebih berwibawa karena ada perwakilan putra daerah di kabinet,” cetus Liando.

 

Mega ‘Sulit’ Jauh Dari Olly

Superiornya PDIP di pentas perpolitikan nasional saat ini tak lepas dari tangan dingin Ketua Umum DPP, Megawati Soekarnoputri. Pun demikian halnya peran-peran penunjang dari figur-figur handal di lingkarannya. Salah satunya Olly Dondokambey, Bendahara Umum yang perannya yang belum dapat tergantikan di kepengurusan pusat partai berlambang Banteng Moncong Putih itu.

Terbukti sesuai hasil Kongres ke-V PDIP yang berlangsung di Sanur Bali, sejak Kamis (8/8). Megawati yang kembali terpilih untuk menakhodai PDIP periode 2019-2024, telah mengumumkan kepengurusan lengkap DPP sesaat setelah pembukaan Kongres. Olly pun kembali dipercaya menjabat posisi sebelumnya. Sosok Gubernur Sulut ini pun mencetak sejarah dengan menjadi satu-satunya figur yang menjabat tiga periode Bendahara Umum sejak 2010 lalu.

Olly yang dimintai keterangan bahwa untuk kepengurusan kali ini berjumlah 27 pengurus yang masuk struktur.  "Ini sudah sesuai kemampuan dan keahlian, serta paling penting loyalitas," katanya usai Kongres. (sonny/arfin)


Komentar