SK KANS CAGUB PDIP 2020


Manado, MS

Dinamika politik di bumi Nyiur Melambai, kembali menghangat. Utamanya di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).  Testimoni, Olly Dondokambey (OD) terkait peluang Steven Kandouw (SK) menjadi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), jadi pemicu. Bola panas melebar ke Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulut.

SK diprediksi tak hanya berpotensi menjadi suksesor Olly di DB 1 Sulut. Namun mantan Ketua DPRD Sulut itu juga kans menjadi calon gubernur (cagub) PDIP di Pilgub Sulut 2020. Itu  jika OD  masuk kabinet Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat ini.

“Pernyataan Olly soal SK harus siap-siap jadi gubernur, itu bukan main-main. Ini bukan sekedar lontaran Gubernur Sulut atau Ketua DPD PDIP Sulut. Tapi ini pernyataan dari Bendum PDIP yang sudah mewakili DPP,” tanggap Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Tumbelaka kepada harian Media Sulut, Senin (12/8) kemarin.

“Bisa saja Olly memang sudah mendapat penugasan dari partai untuk duduk di kursi menteri. Itu mungkin sudah merupakan petunjuk dari Ketum PDIP. Jadi Olly bisa berkata begitu,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Kicauan OD juga dinilai membuka pintu bagi SK untuk diusung PDIP di Pilgub Sulut 2020 mendatang. “Kan infonya, reshuffle kabinet akan dilakukan Jokowi bulan Oktober tahun ini. Sementara tahapan pilkada serentak termasuk Pilgub Sulut sudah dimulai bulan September tahun ini juga. Jadi SK berpeluang diusung sebagai Cagub PDIP, bila Olly sudah jadi menteri,” timpalnya.

PDIP SULIT DITEBAK

Pun begitu, Taufik Tumbelaka menilai strategi politik PDIP saat ini, sulit diprediksi. Itu berkaca dari sepak terjang partai Banteng Moncong Putih dalam sederet pesta demokrasi di bumi Nyiur Melambai.

“Contoh di Pilgub 2015 lalu. Siapa yang menyangka Olly akan berpasangan dengan SK. Kemudian di Pilkada Minahasa dan Pilkada Mitra. PDIP memang susah ditebak. Selalu melempar isu politik yang membuat lawan berspekulasi,” papar Bung Taufik, sapaan akrabnya.

Namun bila PDIP akan memasang SK sebagai cagub, maka partai besutan Megawati Soekarnoputri itu dianggap sudah yakin dengan kekuatan mesin politiknya di Sulut. “Mungkin itu juga signal bersayap dari Olly bahwa tanpa dia (Olly, red), PDIP bisa menang di Pilgub Sulut,” ujarnya.

“Selain percaya diri, tentu PDIP sudah punya hitung-hitungan. Apalagi, PDIP partai pemenang di Pileg Sulut termasuk 11 kabupaten kota di Sulut,” sambungnya. 

PDIP akan diuntungkan bila  dalam pilgub, jika SK yang menjadi cagub masih tetap berstatus Gubernur. “Contoh waktu Ahok di Pilgub DKI. Meski sebagai cagub, tapi tetap Gubernur. Hanya ijin kalau kampanye,” ulasnya.

“Kan hanya sampai 2021 kepemimpinan OD-SK. Jadi kalau SK jadi Gubernur, tidak ada wakil. Paling hanya ada plt (Pelaksana tugas, red) gubernur  saja. Itu kan (Plt Gubernur, red)  bisa diberikan kepada Sekprov kalau SK cuti kampanye,” tambah Taufik.

Tapi bisa juga penyataan Olly menjadi uji publik jelang Pilgub Sulut. “Karena logika awam, OD Menteri, SK pasti jadi cagub. Namun sekali lagi, ini gaya PDIP untuk menciptakan strategi misteri politik. Ini sekaligus pesan ke rival politik,” katanya.

“Sebab tak menutup kemungkinan juga OD-SK akan berpasangan kembali. Karena Olly itu memiliki hak ‘istimewa’ di PDIP. Itu semua tergantung dinamika politik nanti. PDIP pasti punya hitung-hitungan dan kalkulasi politik di Pilgub Sulut,” tandasnya.

DIPERKUAT ELIT PDIP SULUT

Potensi Steven Kandouw (SK) akan diusung PDIP di Pilgub ikut diperkuat elit Partai Banteng Moncong Putih Sulut. SK dinilai berpeluang besar jadi cagub PDIP, bila OD menjadi menteri Jokowi.

"Yah memang. (Kalau OD masuk kabinet, SK yang berpeluang besar diusung dalam pilgub, red)," lugas politisi PDIP Sulut, Teddy Kumaat, usai dicecar wartawan Senin (12/8) kemarin, soal peluang SK diusung Cagub PDIP bila OD jadi menteri.

Meski penyataan OD yang menyatakan SK harus bersiap jadi gubernur baru sebatas statemen pribadinya, namun hal itu dianggap sudah merupakan sinyal representasi dari DPP. “Karena beliau itu kan di DPP. Jadi punya pengaruh untuk meyakinkan pengurus di DPP dalam membuat keputusan.  Tapi secara formal, tentu akan diputuskan oleh DPP,” ungkapnya.

Ia pun meyakini, OD telah diberi petunjuk oleh partai untuk mengisi salah satu kursi menteri PDIP di kabinet Presiden Jokowi. Sehingga OD mengeluarkan testimoni tersebut. "Aturannya memang seperti itu. Kalau Olly mundur dari jabatan gubernur karena diangkat menjadi menteri, maka posisi gubernur digantikan wakil gubernurnya. Itu diatur undang-undang,” pungkasnya.

Diketahui, isu pergeseran kursi Gubernur Sulut ini meletup pasca pernyataan singkat yang dilontarkan OD di hadapan wartawan saat diwawancarai di Kompleks Villas The Raewaya di Desa Nyambu Tabanan Bali, Minggu (11/8). “SK (Steven Kandouw) siap-siap jadi gubernur,” lugas OD.

 

Berbagai spekulasi menyeruak usai testimony orang nomor satu di Sulut itu. Kicauan Olly dipandang sebagai isyarat akan mendapat penugasan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk masuk dalam Kabinet Menteri. Bendum PDIP itu pun y tak menampiknya. “Ya memang jika ditugaskan ibu ketua (Megawati, red), sebagai petugas partai tentu harus saya lakukan," ungkapnya.

Olly terang-terangan mengakui jika Megawati telah meminta ke Presiden Jokowi untuk memberikan jatah menteri lebih banyak bagi kader PDIP di kabinet jilid 2 ini. Itu telah disampaikan langsung saat pembukaan kongres PDIP ke lima baru-baru ini. “Tentu ada jalan terbaik yang akan Tuhan berikan untuk Sulut dan Indonesia," tandas Bendahara Umum DPP PDIP ini tiga periode itu.

Sinyal peralihan kursi Gubernur Sulut yang didendangkan Olly pun direspon Wagub Steven Kandouw. Ia menyebut dalam posisinya sebagai bawahan, apapun yang diperintahkan partai  pasti akan dilaksanakan. "Saya ini anak buah. Jadi harus siap terima perintah," tulisnya saat dikonfirmasi via layanan Whatsapp.(arfin tompodung/sonny dinar)


Komentar