Komplotan Pencuri Cengkih Teror Mitra

Ada Pelaku Diduga Gunakan Ilmu Hipnotis


Laporan : RECKY KOROMPIS

Sepak terjang sindikat pencurian cengkih kembali resahkan publik. Kali ini, giliran wilayah Minahasa Tenggara (Mitra) diteror. Rentetan kasus dilaporkan terjadi beberapa waktu belakangan. Terungkap berbagai modus yang dilakukan komplotan pencuri. Dari modal nekat ‘menggarap’ kebun hingga ilmu hipnotis.

 

Kejahatan pencurian cengkih yang kian marak terjadi di wilayah Mitra membuat warga cemas. Seperti baru-baru ini, salah satu pemilik kebun cengkih di Ratahan Timur dibuat kaget ketika beberapa pohon cengkih digarap maling hingga tak ada lagi buah tersisa.

"Padahal sehari sebelumnya saya sempat cek apakah sudah bisa dipetik atau belum. Bahkan saya rencanakan untuk dipetik keesokan harinya (pekan lalu, red). Namun setelah kembali untuk melakukan pemetikan, buahnya sudah tak ada," ungkap Sammy Kawuwung salah satu petani cengkih asal Desa Pangu.

Kejadian tersebut menurut dia terjadi di perkebunan pinggiran jalan raya Desa Pangu-Wongkay. "Berarti mereka melakukan aksinya pada malam hari. Sebab sehari sebelum malam itu, saya sempat menyiapkan tangga agar besoknya bisa langsung dipetik," bebernya.

Pencurian juga dilaporkan terjadi di tempat lain. Bahkan di wilayah Esandom Kecamatan Tombatu Timur, modus pencurian cengkih diduga dilakukan dengan menggunakan ilmu hipnotis. "Saat ini ada yang masuk keluar kampung untuk mencuri cengkih dengan modus menghipnotis pemilik cengkih," ujar Harry Karwur.

Beberapa warga diakuinya nyaris menjadi korban sebelum akhirnya berhasil digagalkan. "Kita harus waspada. Sebisa mungkin memberlakukan wajib lapor bagi tamu yang berkunjung. Selain itu warga juga proaktif melapor setiap gerak-gerik mencurigakan," ujarnya.

Sementara, Kapolsek Tombatu IPDA Nicky Pondalos saat dikonfirmasi soal kasus pencurian dengan modus baru ini ikut, menghimbau masyarakat untuk berhati-hati. "Jika ada yang ditemui hal seperti ini harap segera menghubungi pihak berwajib ataupun pemerintah setempat untuk segera mengamankan oknum tersebut," ujar Pondalos.

Terpisah, Kapolsek Urban Ratahan Kompol Ronny Tumalun berharap warga tak segan melapor jika mengalami kejadian pencurian, sekaligus menghimbau pemerintah desa untuk ikut menggiatkan pos jaga malam. "Untuk langkah antisipatifnya, pihak kepolisian dan warga harus terus berkoordinasi. Baiknya juga ada pos jaga digiatkan kembali dimasing-masing desa untuk ikut membantu aparat," ujar Tumalun. (***)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors