Kemarau Melanda, Waspadai Serangan ISPA


Hawa panas mulai membungkus bumi Nyiur Melambai. Kondisi cuaca ekstrim ini ikut memantik reaksi personil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Warga diminta waspadai potensi penyakit di musim kemarau, utamanya bahaya serangan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Instansi pemerintah terkait pun didesak ambil tindakan.

Musim panas ini dinilai bisa meningkatkan penyakit ISPA di tengah masyarakat. Maka dari itu diharapkan, masyarakat mengurangi aktivitas di luar yang berhadapan dengan debu. Kemudian membersihkan lingkungan sekitar demi mencegah polusi udara diakibatkan debu. “Dinas Kesehatan harus standby di puskesmas yang ada. Terkait dengan ISPA itu. Paling terjadi seperti flu atau batuk. Tenaga-tenaga medis yang ada harus disiapkan. Yang lebih dahulu mereka berobat di terdekat tentu dalam hal ini puskesmas. Kalau cepat ditanggulangi tidak akan memperparah,” ungkap Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Lucia Taroreh, Selasa (13/8), di ruang kerjanya.

Ini diharapkan tidak dianggap enteng oleh masyarakat maupun instansi terkait. Hal itu karena penyakit ISPA ini bisa menular. Apalagi bila mengalami batuk atau bersin. “Namanya orang sakit tetap berpengaruh kepada ekonomi masyarakat,” tegas anggota dewan provinsi (deprov) daerah pemilihan Minahasa-Tomohon.

Lebih baik menurutnya, dalam bekerja supaya masyarakat memperhatikan tingkat safety. Apalagi berhubungan dengan kerja-kerja lapangan. “Kalau bisa masyarakat menggunakan masker agar terhindar dari polusi atau debu akibat musim kemarau,” kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar