Penentuan Nama Pimpinan DPRD, Nelwan Cs Diusulkan ke DPP


Airmadidi, MS

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama pengurus DPD I PG Sulut menggelar pertemuan, Selasa (13/8) kemarin dalam agenda pengusulan nama pimpinan Dewan Perwakil Rakyat Daerah (DPRD) terpilih dari Partai berlambang pohon beringin.

“Tiga nama yang diusulkan DPD II yakni Edwin Nelwan, Poltje Sundah, Olivia Mantiri, dan ini diusulkan ke DPP untuk penentuan pimpinan dewan,” ungkap James Kojongian, Bendahara DPD I PG Sulut, kemarin.

Menurut Ketua DPD II PG Minut Denny Wowiling, penentuan Wakil Ketua DPRD Minut yang merupakan jatah Partai Golkar tentunya harus melewati mekanisme yang sesuai peraturan organisasi Partai Golkar.  Kata dia, DPD II memilih tiga nama dari empat kursi yang dimiliki Golkar di Minut, selanjutnya itu diplenokan, kemudian dimasukkan ke DPD I. Setelah digodok ditingkat Provinsi lalu dibawa ke DPP.

"Untuk tiga nama itu semuanya memiliki peluang yang sama. Nanti ditentukan DPP siapa yang layak pimpinan dewan," tandas Wowiling, bakal calon wakil bupati Minut itu.

Sementara itu, Edwin Nelwan yang merupakan salah satu calon yang digadang-gadang paling layak menduduki kursi DB 8 F tersebut menanggapinya dengan logis.

"Tentu sebelumnya terima kasih sekali kalau saya dianggap punya peluang menjadi pimpinan dewan di DPRD Minut. Tapi, sebagai kader partai, tentunya saya menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partai. Partai Golkar adalah partai besar dan penuh dengan kader-kader potensial, sehingga tidak sembarang dalam melakukan penjaringan untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam pemerintahan. Apalagi, mengingat posisi Golkar adalah partai pendukung pemerintah dan mengisi posisi 3 besar lagi dalam pemilu 2019," ungkap Nelwan.

Ia menambahkan, tentunya setiap jabatan strategis ini harus betul-betul disiapkan agar representatif dan sesuai arah kebijakan nasional. Belum lagi, tahun depan Golkar harus bersiap menyongsong Pilkada serentak 2020. Semuanya ini tentu tak luput menjadi dasar pertimbangan dalam melakukan penjaringan.

"Di Golkar, kami punya mekanisme dan aturan main yang sangat jelas terkait hal ini, sehingga siapapun yang dipilih oleh partai nantinya tentu yang dianggap paling layak dan pantas, sehingga harus kita dukung bersama," tandas politisi yang dikenal kritis itu.(risky adrian)


Komentar