Karhutla di Bolmong Capai 50 Hektare


Teror ‘si jago merah’ di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menyajikan fakta memiriskan. Teranyar, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah ini telah mencapai puluhan hektare. Tragedi lalapan api yang terus terjadi setiap harinya jadi penyebab.

 

Musim kemarau yang kini melanda wilayah Kabupaten Bolmong menambah potensi kejadian karhutla tersebut. Bahkan di beberapa lokasi, peristiwa kebakaran sudah terjadi. Seperti Desa Tandu, Sauk, Inobonto dan Langangon.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong menyebutkan, peristiwa karhutla yang terjadi setiap hari mulai menampakkan efeknya bagi masyarakat. Gangguan asap tebal mulai mengusik aktivitas di pemukiman penduduk.

 

Tak hanya itu, di kompleks kantor bupati juga sudah merasakan gangguan karena adanya asap dari kebakaran hutan dan lahan. “Kami terus berupaya memadamkan api dengan pompa air yang digendong. Medannya terjal, berat. Tapi kami upayakan apinya padam,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat, Abdul Muin Paputungan, Kamis (15/8) kemarin.

Pihaknya menduga, kebakaran lahan dan hutan di wilayah Bolmong terjadi karena sengaja dibakar. BPBD dan kepolisian, kata dia, sedang menyelidiki pelaku pembakaran lahan dan hutan. “Data di BPBD Bolmong, lahan dan hutan terbakar sudah mencapai 50 hektar. Di Desa Tandu sekira 10 hektar, Desa Sauk 10 hektar, bukit conch 4 hektar, Inobonto 10 hektar, Lolak 10 hektar, dan Langagon 7 hektar,” tandasnya. (endar yahya)

 


Komentar