Bahaya Mengancam, Nelayan Diminta Waspada

Gelombang Tinggi Teror Perairan Sitaro


Laporan : HAMAN PALANDUNG

Kondisi perairan Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro) masih rawan. Gelombang tinggi yang dipicu perubahan cuaca dan angin kencang dilaporkan masih terjadi. Warning kembali diserukan pemerintah bagi masyarakat yang berprofesi nelayan.  

Kepala BPBD Sitaro, Bob Wuaten ST meminta kepada nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk lebih berhati-hati. "Sampai saat ini kondisi gelombang laut masih tinggi, maka harus waspada," katanya, Senin (19/8).

Menurutnya, dengan kondisi gelombang laut, masyarakat dan kapal-kapal yang melintas diimbau untuk tetap waspada dan siaga.

"Terutama nelayan tradisional yang beroperasi di perairan Sitaro dan sekitarnya, Selain itu untuk masyarakat pesisir agar menghindari aktivitas di sekitar pantai karena potensi gelombang pasang dapat terjadi," tambahnya.

Dia menambahkan, ketika tidak ada aktivitas atau kegiatan yang penting kiranya warga masyarakat dapat mengurungkan niat terlebih dahulu.

"Saat ini wilayah selatan gelombang cukup tinggi, jadi perlu waspada," lanjutnya.

Nofri, salah satu penumpang kapal yang ukuran kecil mengatakan, gelombang laut yang ada diluar cukup membuat penumpang kapal kewalahan.

"Ada rasa was-was ketika kapal penumpang ukuran kecil dihantam ombak, bahkan tak jarang sebagaian penumpang mengurungkan niat untuk berlayar," katanya.

Disisi lain, ketika gelombang datang menghantam perairan Sitaro, warga merindukan mega proyek pemerintah yakni bandara segera terealisasi pegerjaannya.

"Agar transportasi udara menjadi salah satu pilihan ketika laut tidak bersahabat. Semoga bandara yang menjadi kebanggaan warga Sitaro dapat segera digunakan," kunci Meylin. (***)


Komentar