SULUT PERJUANGKAN 7 RIBU KURSI

Pendaftaran CPNS Dibuka 19 September


Manado, MS

Kran moratorium rekrutmen Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka. Tanggal 19 September, resmi pendaftaran calon abdi negara ini dibuka. Sulawesi Utara (Sulut) menyambut baik. Sekira 7 ribu kursi diperjuangkan ke pusat.

Penerimaan tahun 2018 ini membawa angin segar bagi ribuan peminat CPNS di Bumi Nyiur Melambai. Hasrat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersendat beberapa tahun terakhir ini, terwujud.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Dr Femmy Suluh mengatakan, kuota yang diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mencapai 7 ribu lebih. Itu meliputi 15 kabupaten dan kota di Sulut.

 "Ini masih sementara rapat. Hari ini (kemarin) baru beberapa provinsi yang ditayangkan (ditetapkan jumlah kuota)," jelas Suluh, kepada Media Sulut via telepon seluler, disela-sela mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Pengadaan CPNS di lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2018, di Jakarta, Kamis (6/9).

"Semua (provinsi) dapat, sekarang masih menunggu. Karena mereka (KemenPAN-RB) mengeluarkan penetapan jumlah kuota CPNS sampai hari Senin, pekan depan. Daerah lain masih ada 500 lebih, tadi yang baru diverifikasi sekitar 82 daerah," sambung dia.

Sementara itu, informasi yang dirangkum melalui website resmi KemenPAN-RB, pengadaan CPNS Tahun 2018 mencapai 238.015 formasi. Sekira 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat (76 Kementerian dan lembaga) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda). Peruntukan instansi Pemerintah Pusat terdiri dari jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, Guru Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) yang bertugas di kabupaten dan kota sebanyak 12.000 formasi serta dosen Kemenristekdikti dan Kemenag sebanyak 14.454 formasi. Ada pun peruntukan instansi Pemda terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi. Guru agama sebanyak 8.000 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis) serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

PENDAFTARAN DIBUKA 19 SEPTEMBER

Pendaftaran CPNS 2018 resmi dibuka 19 September mendatang. Tahapan ini dijabal Badan Kepegawaian Negara (BKN), merujuk ‘amanat’ Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018.

Dijelaskan Kepala BKN Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Seleksi Nasional CPNS, sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh instansi.  "Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)," kata Bima dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (6/9).

Lebih rinci Kepala BKN menguraikan bahwa BKN mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa mencapai 5 hingga 6 Juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta. Berdasarkan review seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar. Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga siap.

Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018 hingga saat ini direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah. Untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing instansi sedang menginput seluruh formasi.

Dengan demikian web sscn.bkn.go.id akan difungsikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan persyaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai dengan 18 September 2018.

Perihal syarat administrasi pendaftaran, Kepala BKN mengimbau seluruh Instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar. Persyaratan seperti akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan indeks prestasi di wilayah masing-masing.

176 LOKASI TES CPNS 2018

Pemerintah akan melaksanakan tes untuk CPNS 2018. Pelaksanaannya akan diselenggarakan di 176 titik.

Demikian Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Pada dasarnya, kata dia, lokasi tes berada di 170 titik. Namun, ada tambahan enam lokasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi jumlahnya sudah 170 (titik). Nah, itu akan terus bertambah. Ada tambahan 6 dari Kemenkes, mereka mau mengadakan sendiri, jadi ada 176," ujar dia dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/9).

Di tempat yang sama, Deputi SDM Kementerian PAN RB Setiawan Wangsaatmaja memaparkan, jumlah lokasi tersebut rencananya akan ditambah. Hal itu dilakukan untuk memudahkan mobilitas para peserta tes CPNS. "Memang ada 176 titik tapi akan diperbanyak biar memudahkan transportasi peserta kan, masa Anda orang Surabaya misalnya harus tes di Jakarta, kan ongkos," papar dia.

"Estimasi kita akan dibuka (pendaftaran) sekitar tanggal 16-20 September ini," tutup dia.

PENDAFTAR CPNS 2018 DIPREDIKSI NAIK

BKN mulai pasang kuda-kuda. Peningkatan jumlah pendaftar CPNS 2018, diprediksi terjadi. Baru dibukanya kran moratorium penerimaan, jadi pemicu.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana memprediksi jumlah pendaftar CPNS ada sebanyak 6 juta orang. Jumlah pendaftar CPNS 2018 meningkat dari tahun 2017 dengan jumlah pendaftar mencapai 2,4 juta orang.

Oleh sebab itu, Bima melakukan berbagai kesiapan untuk menunjang pelaksanaan tes tersebut. Pasalnya, Bima mengakui website kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) masih memiliki daya tampung data sebanyak 50 ribu per hari.

"Jumlah yang kami perkirakan 5 sampai 6 juta orang peserta. Kalau peserta lebih dari itu mungkin sscn (website pendaftaran cpns) masih mampu," kata dia dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/9).

"Yang saya khawatirkan di dukcapil tapi hari ini kita mau pastikan apakah pansel bisa untuk penerimaan CPNS karena sehari hanya sampai 50 ribu (data) kalau sampai 2 juta gimana?" ungkap dia.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang melakukan peningkatan dan perbaikan untuk meningkatkan performa situs yang akan digunakan calon peserta tes CPNS.

"Kita sekarang juga lagi stres tes, kita lakukan kalau pun tidak bisa akan kita perbaiki aplikasi sscn-nya," tutup dia.

Sementara itu, pihaknya memperkirakan pembukaan pendaftaran CPNS 2018 akan dilakukan pada tanggal 16-20 September ini dengan jumlah pengadaan sebanyak 238.015 formasi.(dtc/sonny dinar)


Komentar