Warga Analan Tuntut PT Kawanua Keramik

Imbas Terhentinya Proyek Perbaikan Jalan Nasional


Melonguane, MS

Pembangunan ruas jalan nasional Melonguane-Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud picu polemik. Protes berdatangan dari warga sekitar, imbas belum tuntasnya pekerjaan yang kini ditangani PT Kawanua Keramik.

Puncaknya Sabtu (24/8), puluhan warga Kelurahan Analan, Kecamatan Melonguane melakukan aksi demo dengan memblokade jalan. Mereka menuntut PT Kawanua Keramik agar segera melanjutkan pekerjaan pengaspalan jalan yang terhenti 3 bulan belakangan.

"Udara di ruas jalan Kelurahan Analan hingga RSUD di Desa Mala tercemar. Penuh debu. Seharusnya pekerjaan jalan segera diselesaikan. Jangan dibiarkan begitu saja. Kami sampai-sampai harus menggunakan masker jika hendak keluar rumah," ujar Spender Ipu yang jadi orator dalam aksi demo tersebut.

Ia mengatakan, saat ini ada warga yang mengalami gangguan pernafasan (ISPA) dikarenakan setiap hari harus menghirup debu akibat proyek jalan belum diselesaikan. "Sudah tiga bulan lamanya proyek pembangunan ruas jalan nasional Melonguane-Rainis yang dikerjakan PT Kawanua Keramik terhenti. Proyek yang bersumber dari APBN senilai 27.805.050.000 Miliar dengan masa kerja 286 hari terhitung sejak 21 Maret 2019, belum diselesaikan dan hanya terhenti pada penimbunan sirtu," Jelasnya.

Mengenainya, Pengawas Lapangan dari pihak PT Kawanua Keramik Livi Tamuli menjelaskan alasan mengapa proyek pekerjaan jalan dihentikan. " Beberapa alasan belum dilakukannya pekerjaan pengaspalan oleh pihak PT Kawanua Keramik diantaranya karena sudah tidak adanya dana membeli material aspal dan material lainnya," ungkapnya.

Dalam aksi demo tersebut warga tak hanya memblokade jalan dengan dahan pohon pisang, melainkan juga menggelar penggalangan dana untuk pembelian material aspal sebagai bentuk sindiran terhadap pihak terkait. Warga mengancam akan melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. (Jos Tumimbang)


Komentar