Proyek Jalan Marinsow-Tanjung Pulisan Seret 4 Tersangka

Polisi Cium Kerugian Negara Rp1,6 Miliar


Airmadidi, MS

Gerak pemberantasan korupsi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali makan tumbal. Kali ini, proses hukum menjerat 4 oknum yang diduga ‘bermain’ dalam pekerjaan proyek rehabilitasi ruas jalan Marinsow-Tanjung Pulisan, Kecamatan Likupang Timur.

Aroma korupsi pada proyek berbanderol Rp 6,3 miliar yang tangani Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Minut medio 2015 itu terbongkar usai pihak kepolisian intens melakukan penyelidikan. Dari hasil audit internal, Polres Minut mendapati ada kerugian negara mencapai Rp 1,6 miliar.

Empat oknum yang sudah ditetapkan tersangka yakni Direktur PT Nusantara Sejahtera Bersama (NSB) berinisial B, dua pengawas lapangan masing-masing YS dan DK, serta satu oknum ASN Minut berinisial RR.

Ihwal penetapan tersangka dalam kasus ini dibenarkan Kapolres Minut AKBP Jefri Ronald Parulian Siagian SIK. "Iya, sejauh ini sudah ada empat oknum yang berstatus tersangka pada kasus dugaan kasus korupsi rehabilitasi ruas jalan Marinsow-Tanjung Pulisan," bebernya.

Ditanya apakah ada kemungkinan tersangka lain yang terlibat, Siagian tak menampik. "Hingga saat ini, Polres Minut tidak diam, hanya saja sementara melakukan penyelidikan. Nanti kalau sudah lengkap semua bukti baru dilakukan penetapan tersangka," tukasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Nohfri Maramis SIK saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut terungkap berdasarkan LP/A-285/VI/2017/Sulut/Res-Minut, 7 Juni 2017 terkait dugaan tindak pidana korupsi rehabilitasi ruas jalan Marinsow-Tanjung Pulisan yang dikerjakan PT Nusantara Sejahtera Bersama (NSB).

"Ketiga tersangka melakukan perbuatan melawan hukum, yakni pengurangan kualitas/mutu pekerjaan yang tidak sesuai kontrak. Hingga merugikan negara sekira Rp 1,6 miliar, berdasarkan hasil audit BPKP," jelasnya.

Lanjutnya, ketiga tersangka melanggar Pasal 2, 3 UU TPK jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan tersangka RR melanggar Pasal 3 UU No 20 Tahun 2001 tentang Korupsi.(risky adrian)


Komentar