‘Chines Southern Airlines’ Bakal Mendarat di Sulut


Wajah bumi nyiur melambai terus memikat. Banyak mata melirik. Beragam manuver pun dimainkan Gubernur Olly Dondokambey untuk memacu geliat dunia pariwisata Sulawesi Utara (Sulut). Satu gebrakan terkini buat rakyat Sulut, setapak lagi maskapai penerbangan dari China akan mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

 

Tercatat, Gubernur Olly berhasil mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata Sulut hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir. Bahkan selama bulan Januari-Juni 2019 ini, sebanyak 55.950 wisman, yang didominasi negara Tiongkok, mengunjungi Sulut.

 

Fakta itu menarik minat maskapai penerbangan dari negeri tirai bambu, Southern Airlines untuk menjajaki penerbangan reguler dari Guangzhou menuju Manado.

 

Cerita menarik ini tersaji dalam pertemuan Gubernur Olly dan Vice President of China Southern Airlines, Mr Tan Guang di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Kamis (29/8) kemarin.

 

“Kami melihat bahwa perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara sangat pesat dan menjanjikan alamnya, budayanya, kulinernya. Dan menurut saya spot divingnya nomor satu di dunia. Rencana investasi ini juga bukan tanpa dasar. Saya ke sini atas rekomendasi dari sahabat-sahabat saya yang sudah lebih dulu menikmati keindahan alam Sulawesi Utara,” ungkap Guang.

 

Rencana ini diapresiasi Gubernur Olly. Orang nomor satu di Sulut ini berjanji akan membantu kemudahan pengurusan administrasi penerbangan China Southern Airlines.

 

Menurut Olly, dengan adanya penerbangan langsung Manado-Guangzhou maka pintu bagi kunjungan wisman asal China semakin terbuka lebar.

 

Gubernu Olly mengungkapkan, saat ini sedang dipacu dan ditingkatkan kapasitas Bandara Sam Ratulangi. Pihaknya berharap proses perpanjangan landasan pacu bandara berlangsung lancar sehingga bisa digunakan oleh pesawat berbadan lebar.

 

“Rencana perluasan Bandara Sam Ratulangi dari panjang run way 2.650 meter menjadi 2.800 meter. Semuanya sudah mulai dilaksanakan. Tapi masih banyak lagi pembangunan untuk menunjang pariwisata di Sulut,” beber Olly.

 

Selain itu, ia juga menerangkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang bakal menjadi destinasi unggulan pariwisata Sulut.

 

Bagi Olly, hal ini tidak hanya menguntungkan wisman asal China, tapi juga untuk warga Sulut yang hendak ke luar negeri, lebih khusus ke China. Karena jika dilihat letak geografis antara Sulut dan China, jarak terbilang cukup dekat.

 

Sementara itu, Direktur Great China, Kementerian Pariwisata RI, Vincent Jemadu yang menggagas pertemuan ini mengatakan, Sulut sebagai ‘The Rising Star Pariwisata’ di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi maskapai penerbangan asing.

 

Diakui, terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Sulut telah meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk menetapkan Sulut sebagai salah satu provinsi yang menjadi ‘super prioritas’ pembangunan pariwisata di Indonesia.

 

Diketahui, status Sulut sebagai provinsi ‘super prioritas’ pembangunan pariwisata semakin lengkap dengan ditetapkannya Manado sebagai salah satu kota metropolitan baru di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

 

Dalam pertemuan tersebut, nampak hadir Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, Kepala Dinas Penanaman Modal-PTSP Franky Manumpil dan para agen profesional yang akan membantu pemasaran pariwisata Sulut. (sonny dinar)


Komentar