HIV-AIDS Teror Bolmong


Penularan Human Immunodeficiency Virus - Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di wilayah Bolaang Mongondouw (Bolmong), makin menggila. Angka penderita virus mematikan ini dikabarkan terus melonjak. Hingga kini, total jumlah penderita yang berhasil teridentifikasi capai 29 orang.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolmong, pada tahun 2018 jumlah Orang Penderita HIV/AIDS (ODHA) ada sebanyak 25 orang. Angka itu meliputi penderita dengan jenis kelamin laki-laki 19 orang dan perempuan 6 orang. Sedangkan untuk tahun 2019, penderita ODHA yang berhasil teridentifikasi mencapai 4 orang, yang terbagi dari 3 laki-laki dan 1 perempuan.

"Dari data yang kami peroleh, penyebab utama menyebarnya HIV/AIDS di Bolmong, dikarenakan seks bebas dengan pasangan yang bukan muhrimnya. Adapun usia penderita ODHA antara 24 sampai 63 tahun," beber Kepala Dinkes Bolmong, Sahara Albugis, melalui Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P), Wiyono SST, Minggu (1/9).

Wiyono menambahkan, untuk menangani pasien penderita HIV/AIDS, dilakukan dengan memberikan antiretroviral (ARV). Dimana ARV diakui sebagai obat untuk HIV. Meski begitu, obat tersebut belum mampu menyembuhkan HIV secara keseluruhan. "Selain pemberian ARV kami juga akan melakukan pengobatan secara teratur dan gratis bagi penderita ODHA," katanya.

Wiyono  berharap, agar bersama-sama mengurangi penyebaran HIV/AIDS di Bolmong dengan cara menjalin kerukunan rumah tangga masing-masing agar terhindar dari seks bebas. "Tentunya kami akan giat melakukan sosialisasi terkait bahaya HIV/AIDS dan seks bebas di Bolmong, dan untuk orang-orang yang merasa sering melakukan seks bebas agar kiranya melakukan pemeriksaan ke petugas kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi secara dini dan segera berobat bila dinyatakan positif," tandasnya. (endar yahya)


Komentar