Pilhut Serentak Mitra Ditunda


Jadwal pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengalami pergeseran. Toleransi umat beragama jadi salah satu alasan ditundanya waktu pelaksanaan pesta demokrasi rakyat di 100 desa yang tersebar di Bumi Patokan Esa. Pilhut diundur 3 hari dari jadwal sebelumnya, dan rencananya akan dihelat 23 September 2019 mendatang.

 

"Berkaitan dengan pilhut yang sudah berjalan sesuai tahapannya, ada beberapa hal krusial yang harus dipertimbangkan. Awalnya tanggal 20 September, namun kita tunda hingga tanggal 23, atau tiga hari setelahnya. Karena saya baru dapat laporan bahwa hari itu Jumat, hari ibadah umat Muslim, makanya tidak bisa," ungkap Bupati James Sumendap.

Menurutnya, hal ini merupakan salah satu kearifan lokal, sebagai bentuk toleransi antar umat beragama, selanjutnya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi pada pelaksanaannya nanti. "Karena pastinya ada pihak panitia dan pengawas pilhut dari umat Muslim dan harus beribadah pada saat itu," ucap bupati.

Ditundanya pelaksanaan pilhut menjadi tanggal 23 September tampaknya turut menjadi momen tersendiri bagi pemerintahan James Sumendap dan Jocke Legi. Pasalnya, tangal 23 merupakan setahun peringatan kepemimpinan kedua figur di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra. "Jadi pelaksanaannya pada tanggal 23 September, juga bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan saya dan Pak Jocke Legi," pungkas bupati. (recky korompis)


Komentar