Kerusuhan Papua, Pemkab Proteksi Warga Sangihe


Tahuna, MS

 

Bumi Cenderawasih sempat bergejolak. Unjuk rasa damai berakhir rusuh terjadi di beberapa tempat, belum lama ini. Sikap khawatir menyembul dari sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Sulawesi Utara (Sulut). Itu termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe.

 

Untuk itu, Pemkab Sangihe melakukan koordinasi untuk mengetahui kemungkinan adanya korban serta keberadaan warga Sangihe yang ada di Papua khususnya daerah pertambangan. "Karena di Papua ada Kerukunan Sangihe Talaud di Kabupaten Bopen Digoel sehingga kami melakukan koordinasi dengan pengurus secara intens untuk mengetahui keberadaan warga Sangihe termasuk yang menjadi korban penyerangan didaerah tambang Yahukimo," terang Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Setda Sangihe, Franky Nantingkase, baru-baru ini.

 

Menurut dia, ada informasi yang diperoleh jika warga Sangihe yang bekerja sebagai penambang sedang dievakuasi ke tempat yang aman. "Sesuai hasil koordinasi untuk warga Sangihe (penambang) sedang dilakukan evakuasi ketempat yang aman dan sedang ditangani oleh rukun dengan pengamanan pihak berwajib dan sampai sekarang belum ada korban warga Sangihe baik yang luka maupun korban jiwa namun belum ada jumlah pasti keselurahan warga yang sedang dievakuasi karna menunggu data dari pihak kepolisian," jelas Natingkaseh.

 

Sementara, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengimbau kepada masyarakat Sangihe yang memiliki keluarga di Papua agar tetap tenang. Sebab, Pemkab sedang melakukan koordinasi tentang keberadaan warga Sangihe di Papua. "Sebagai pemerintah saya menghimbau masyarakat untuk tidak percaya begitu saja dengan informasi yang beredar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, saat ini pemerintah daerah sedang melakukan koordinasi untuk penanganan warga termasuk keberadaan dan keamanan mereka saat ini," pesan Gaghana.(haman)


Komentar