5 Kecamatan di Mitra Terdampak Kekeringan


Efek buruk musim kemarau yang melanda bumi Nyiur Melambai kian meluas. Pekan pertama September, dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Teranyar, lahan pertanian di 5 kecamatan dilaporkan kena imbas musim kering. 165 hektare sawah terancam.

Musim kemarau memang mulai berdampak bagi pertanian di Kabupaten Mitra. Hal ini membuat para petani mulai menjerit dan memohon agar pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi yang dialami akibat kekeringan.

Terkait hal ini Kepala Dinas Pertanian Fero Worang mengakui bahwa sedikitnya ada lima Kecamatan yang telah terkena dampak tersebut. Selanjutnya untuk mengantisipasi kemungkinan gagal panen ini, pihaknya telah mengupayakan mengajukan permohonan ke Pemerintah Pusat.

“Kami upayakan permohonan bantuan dari pemerintah pusat lewat penyediaan sumur dan pompa. Kami sudah siapkan proposal dan juga telah memetakan titik titik yang mengalami kekeringan. Jadi itu yang kita bawa ke Pusat,” ungkapnya.

Lanjut dikatakannya, dari data yang ada di pihaknya maka dampak kemarau terhadap pertanian tanaman pangan, terutama sawah sudah sekira 165 hektar dan data ini yang dimasukan dalam proposal permohonan bantuan.

“Mengingat pentingnya bantuan ini maka kami juga langsung bertanya ke Pemerintah Pusat berapa lama waktunya untuk alat tersebut bisa terealisasi dan menurut mereka secepatnya,” tandasnya, sembari mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal dan mengupayakan agar bantuan ini bisa segera direalisasikan.

“Kalau itu sudah ada akan langsung disalurkan ke titik yang berdampak, tanpa harus ada syarat apapun karena ini keadaan darurat,” pungkasnya.

Lanjut dirinya memberikan contoh di wilayah Tombatu Satu yang sumber air langsung ke bendungan.

Menurutnya, sumber air sudah cukup lama dikoordinasikan dengan PDAM, dimana 30 persen untuk masyarakat, sisanya 70 persen untuk pertanian.

Hanya saja saat ini debit air turun sehingga menyulitkan para petani di daerah tersebut. “Kami juga akan upayakan percepatan tanam, dimana kalau dirasa bakal gagal panen maka akan dilakukan proses percepatan agar langsung diolah,” tutupnya. (recky korompis)


Komentar