Pangemanan Komit Gunakan Pin Kuningan


Komitmen penolakan pin emas yang digaungkan Melky Pangemanan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) terpilih periode 2019-2024, dibuktikan. Saat acara pelantikan, Senin (9/9) kemarin, legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu satu-satunya yang menggunakan pin berbahan dasar kuningan senilai Rp75 ribu.

 

Pin emas bernilai Rp10 juta yang disediakan pemerintah telah dikembalikannya sebelum prosesi pelantikan. Saat dikonfirmasi, Pangemanan menyebut harga satu buah pin kuningan yang digunakannya hanya senilai Rp75 ribu. Total ada lima pin yang dibelinya.

"Karena beli lima dapat Rp60 ribu jadi totalnya Rp300 ribu. Kalau tidak salah anggarannya sebenarnya Rp10 juta anggota deprov, dikali 45 anggota Rp450 juta," ujar Pangemanan saat diwawancarai sejumlah wartawan usai pelantikan di Kantor DPRD Sulut, Senin (9/9).

Anggaran Rp450 juta menurutnya, kalau diperuntukkan untuk beasiswa bagi siswa dan mahasiswa di Sulut, pasti akan berdampak positif bagi daerah bumi Nyiur Melambai. "Ini tidak mempengaruhi semangat kinerja. Tidak mempengaruhi kegantengan dan identitas seorang anggota dewan," pungkasnya.

Hal paling mendasar dari langkah ini menurutnya ialah penghematan anggaran. Baginya, pin emas seharga Rp10 juta adalah pemborosan anggaran. "Ini kan pemborosan. Sudah dikembalikan dan dibuat berita acara. Kita mulai hal-hal kecil. Sebentar akan masuk di menata kebijakan tapi mulailah dari hal-hal kecil," ujarnya.

Penolakan pin emas juga diakuinya sebagai komitmen awal PSI bagi masyarakat. "Kalau diberikan mahasiswa ambil S2, tiap mahasiswa Rp10 juta akan ada 45 mahasiswa yang mendapat S2. Jadi itu juga dilakukan di kabupaten kota," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar