Pimpin 2 Komisi, ‘Banteng’ Deprov Endus Pembagian AKD


Teka teki posisi personil Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam penempatan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) terkuak. 17 anggota terendus telah dibagi-bagi ke 4 komisi. Banteng Gedung Cengkih dijatah menguasai 2 ketua.

 

Kabar tersebut dibenarkan Anggota DPRD Sulut, Richard Sualang. Dirinya mengungkapkan, masing-masing mereka sebenarnya telah ada langkah pembagian di 4 komisi. "Yang saya ingat itu, di Komisi 4, saya (Richard Sualang, red), Melisa Gerungan dan Fanny Legoh, Fransiskus Andi Silangen," ungkapnya, saat melakukan tinjauan di ruang-ruang komisi DPRD Sulut, Kamis (12/9).

 

Kemudian di komisi 3 ada Toni Supit, Berty Kapoyos, Boy Tumiwa, Hengky Honandar. Di Komisi 2, Rocky Wowor, Sandra Rondonuwu, Djein Rende,  Muslimah Mongilong dan Julius Jems Tuuk. "Personil Komisi 1 Arthur Kotambunan, Vonny Paat, Novita Rewah dan Fabian Kaloh," beber anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Kota Manado ini.

 

Dari 4 komisi ini, PDIP mendapat jatah 2 ketua. Fraksi PDIP menahkodai komisi 1 dan komisi 3. "Kita ada 2 komisi sebagai ketua. Komisi 1 dan komisi 3," tutup mantan pimpinan DPRD Kota Manado tersebut.

 

Terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Franky Wongkar sempat membeber tentang jatah PDIP untuk posisi ketua. "Kami rencananya komisi 1 dan komisi 3," tuturnya, kemarin kepada sejumlah wartawan.

 

Diketahui, Komisi 1 membidangi politik, pemerintahan, hukum dan hak asasi manusia. Komisi 2 membidangi ekonomi dan keuangan. Komisi 3 membidangi pembangunan dan Komisi 4 membidangi kesejahteraan rakyat. (arfin tompodung)


Komentar