Setop Pancuri Strom


AKSI pencurian listrik ditengarai masih marak. Sederet upaya dijabal pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna meminimalisir hal tersebut. Selain menggelontorkan program kemudahan, upaya mengedukasi masyarakat terhadap bahaya pencurian listrik karena bisa berefek pada musibah kebakaran, gencar dilakukan.

Itu dikatakan Iwan Hutadjulu selaku Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manado Selatan, Kamis (12/9). Menurut dia, aksi pencurian listrik bisa memicu kebakaran. Hal itu cenderung merugikan masyarakat sendiri. Di sisi lain, ketika ditemukan akan dikenakan sanksi berupa denda sesuai aturan yang berlaku. “Setop pancuri strom. Itu akan berakibat fatal bagi pelanggan sendiri. Contohnya, kebakaran dan denda sesuai aturan yang berlaku," terang Hutadjulu kepada Media Sulut di ruang kerjanya.

Saat ini, kata Hutadjulu, PLN Suluttenggo memberi kemudahan dalam pelayanan kepada pelanggan. Salah satu program yang dipromosikan saat menyambut HUT RI ke-74 yakni memberikan kemudahan kepada pelanggan dengan diskon hingga 100 persen.  “Program itu dijalankan agar para pelanggan tidak menyalahgunakan listrik dengan pelakukan sambungan ilegal tanpa sepengetahuan PLN,” tutur Manajer yang sehari-hari akrab dengan wartawan.

Dia pun menambahkan, PLN terus mengintensifkan kegiatan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) ke semua rumah pelanggan. "Sebaiknya para pelanggan mengunakan listrik yang legal dan bila daya tak cukup, sekarang ada program tambah diskon agar terhindar dengan perilaku yang merugikan itu," kunci Hutadjulu.(yaziin solichin)


Komentar