Ratusan Warga Sulut Terkurung di Wamena

Pemprov Sulut Minta Panglima TNI Kirim Hercules


Laporan : SONNY DINAR

 

Rusuh yang menyulut konflik horisontal di Wamena, Papua, memantik respon serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Keamanan dan keselamatan ribuan putra putri Kawanua yang berada di pusaran wilayah kerusuhan, jadi prioritas. Pemerintah bergerak. Strategi penanganan dan upaya evakuasi yang dimotori lintas instansi dijabal.

Data terakhir yang diterima masih ada sekitar 350 orang warga kawanua yang berada di rumah sakit AURI Wamena. 500 orang lainnya dilaporkan telah keluar dari wilayah tersebut dan 100 orang berada di penampungan Jayapura.

"Mengingat pentingnya keselamatan warga Sulut di Wamena, kami telah memerintahkan stakeholder terkait untuk berkoordinasi membantu warga yang terdampak bencana kerusuhan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga Sulut yang ikut tedampak kerusuhan disana," kata dua punggawa eksekutif Nyiur Melambai, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK).

Lintas instansi terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Biro Pemerintahan langsung berkoordinasi dengan Kerukunan Keluarga Kawanua Jayapura.

Pemprov terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan mendesak para warga. "Pemprov juga telah menyurat ke Panglima TNI untuk bantuan pesawat hercules yang rencananya akan mengangkut para warga. Dinas sosial provinsi juga melakukan koordinasi terkait bantuan makanan yang diperlukan warga," ujar keduanya.

Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9). Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang. (***)


Komentar