950 Warga Kawanua Terdampak Kerusuhan Wamena

Pemprov Sulut Antisipasi Keamanan hingga Kebutuhan Makanan


Laporan : sonny dinar

 

Ratusan warga Kawanua terkena imbas kerusuhan di Wamena, Papua. Langkah gegas pun kini dipacu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Untuk menjawab risau soal keamanan hingga kebutuhan makanan warga asal Sulut yang terdampak peristiwa itu.

 

Berdasarkan data yang dirangkum Pemprov Sulut, warga Kawanua yang terdampak kerusuhan Wamena, Provinsi Papua berjumlah 950 orang.

 

Pemprov Sulut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Biro Pemerintahan dan dari koordinasi bersama Kerukunan Keluarga Kawanua Jayapura, diperoleh data terakhir ada sekitar 350 orang warga Kawanua yang berada di rumah sakit AURI Wamena. 500 orang telah keluar dari Wamena dan 100 orang berada di penampungan di Jayapura.

 

Terkait kerusuhan di Wamena Papua yang berdampak pada warga Sulut, Pemprov langsung bergerak untuk melakukan langkah antisipasi. Terutama soal  keamanan para warga Kawanua.

 

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, langsung memerintahkan stakeholder terkait untuk berkoordinasi membantu warga yang terdampak bencana kerusuhan.

 

"Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga Kawanua di sana," ungkap Gubernur Olly.

 

Diakui, pemprov terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan mendesak para warga. "Pemprov juga telah menyurat ke Panglima TNI untuk bantuan pesawat hercules yang rencananya akan mengangkut para warga. Dinas Sosial provinsi juga melakukan koordinasi terkait bantuan makanan yang diperlukan warga,"  tandas Olly.

 

Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9). Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

 

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan, korban tewas dalam kerusuhan itu berjumlah 33 orang. (*)


Komentar