Oknum Wakil Dekan FEB Unsrat Dicopot


Manado, MS

Taring pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ditunjukkan. Sikap tegas terhadap pejabat fakultas bermasalah jadi pembuktian. Langkah itu nampak dengan mencopot oknum Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang terjerat melakukan pungutan liar (pungli).

Aksi jual beli nilai yang dilakoni oknum dosen langsung direspon pimpinan universitas dan fakultas dengan mengambil keputusan dalam pertemuan unsur pimpinan. Buntutnya, oknum yang melakukan tindakan ini diberhentikan dari jabatan Wakil Dekan (WD) III dengan surat keputusan (SK) rektor.

Dekan FEB Dr Herman Karamoy mengatakan, hak sebagai WD III secara resmi dicabut. Tidak hanya itu, fasilitas serta tunjangan pimpinan juga sudah tidak diterimanya. "Dekan mengambil langkah itu berdasarkan keputusan Senat fakultas. Di Senat kan ada komisi etik," ujar Karamoy, kemarin di ruang kerjanya, Kamis (13/9) kemarin.

Dia menjelaskan, masalah ini menyangkut etika. Penindakan tersebut berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) pimpinan fakultas dan sudah memenuhi prosedur. "Sanksi akan diterapkan. Kedua, kalaupun diberikan mata kuliah terhadap dosen yang bersangkutan untuk mengajar, maka bukan lagi sebagai penanggungjawab mata kuliah. Karena jika ia masih menjadi dosen penanggungjawab, maka sudah pasti akan diberikan nilai terhadap mahasiswa. Itu kita cegah," tuturnya.

“Tunjangan pimpinan dan lainnya sudah tidak lagi diberikan. Termasuk kendaraan dinas sudah ditarik serta tunjangan lainnya sudah diberhentikan,” sambungnya.

Lanjut mantan WD III FEB menjabarkan, soal persoalan lain seperti dosen pembimbing skripsi yang bermasalah akan diganti. Saat ini ada enam orang yang dibimbing. Ketika ada laporan memperlambat, pihaknya segera menggeser dosen pembimbing itu. “Misalnya ada informasi dia memperlambat mahasiswa kami akan ganti. Ini Kajur (Ketua Jurusan) yang tentukan untuk ganti," pungkasnya.

"Langkah-langkah ke depan akan kita lakukan untuk mencegah dilakukan oleh yang bersangkutan. Ini dibuat supaya tidak ada lagi dosen yang melakukan hal yang sama," ucap Karamoy.

Diketahui, sebelumnya beredar video oknum dosen yang juga diketahui salah satu pimpinan fakultas meminta uang kepada mahasiswa di beberapa kelas dan jurusan. Ini  kabarnya untuk disumbangkan Panitia HUT FEB dalam jumlah tertentu yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai mata kuliah. Di dalam video  berdurasi 42 detik itu dikatakan, Rp35 ribu dapat nilai A kemudian yang Rp10 ribu dapat nilai C. Namun setelah beberapa mahasiswa mengkonfirmasi kepada Ketua Panitia HUT Fakultas, mereka mengatakan, tidak pernah meminta atau mengharapkan uang sumbangan dari mahasiswa. (sonny dinar)


Komentar