Natura dan Rp 50 Juta Disalurkan

Jajaran Dinas Dikbudda Tomohon Bantu Panti Asuhan Nazareth dan Wale Ne Oki


Tomohon, MS

Semangat berbagi kasih dipraktikan keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Dikbudda) Kota Tomohon. Panti Asuhan Nazareth dan Wale Ne Oki yang terletak di Kelurahan Matani 3, Kecamatan Tomohon Tengah, disasar. Peristiwa kebakaran panti asuhan, 12 September bulan lalu jadi pemantik. Bantuan berbentuk natura dan uang tunai pun disalurkan.

Kepala Dinas (Kadis) Dikbudda Tomohon, Dr. Juliana D. Karwur, M.Kes M.Si menuturkan, bantuan ini merupakan spontanitas. Tanpa dipaksa, tapi karena kesadaran akan manusia sebagai mahluk sosial. Pun, mulai dari siswa hingga Aparatur Sipil Negara di Dinas Dikbudda Tomohon tergerak mengumpulkan kolekte atau natura. Utamanya demi merespons musibah kebakaran yang menimpa Panti Asuhan Nazareth belum lama ini.

"Pada dasarnya ini bantuan spontanitas, baik dari anak-anak (siswa-red), ibu bapak guru, dan jajaran pendidikan. Secara spontanitas, kami mengumpulkan bantuan, dan supaya penyerahan teratur, kami melaksanakan ibadah lebih dulu di panti Asuhan Nazareth," ungkap Karwur kepada Media Sulut.

Kata dia, jajaran dinas berupaya memberikan sentuhan bagi seluruh penghuni di Panti Asuhan Nazareth, dan Wale Ne Oki. Sumbangan dialamatkan kepada anak-anak panti, pengasuh, dan pengurus. Bahkan diberikan pula biaya operasional dan pembangunan gedung panti senilai puluhan juta rupiah.

"Kiranya bantuan yang kami berikan ini bisa meringankan beban para anak-anak panti, pengasuh dan pengurus. Seperti disampaikan Kepala Panti, bahwa kalau sudah berkelebihan, mereka juga bisa membagi kasih kepada panti-panti yang lain,"

Diketahui, bantuan yang diberikan, diterima secara simbolis oleh kepala panti, pengurus, pengasuh, dan anak-anak asuh. Adapun bantuan dimaksud, yakni natura berupa 20 karung beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, popok bayi, pakaian, alat tulis menulis, dan masih banyak lagi. Sedangkan uang tunai sekitar Rp. 50.000.000,00 diperuntukan bagi operasional dan pembangunan.

"Inilah bentuk kepedulian kami, yang bukan hanya memperhatikan pendidikan formal. Namun, bagaimana juga kami harus menyentuh dari sisi sosial. Sebab dari dulu, kalau ada bencana di mana saja, kami selalu peduli," pungkas Karwur yang dikenal sebagai tokoh sosialis di Kota Multi Dimensi. (hendra mokorowu)


Komentar