PAD KJ, Hotel Milik Pemprov di Jakarta Ditutup Sementara


HARAPAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk meraup income dari pengelolaan Asana Kawanua Jakarta Hotel, terkubur. Investor yang mengelola salah satu aset Nyiur Melambai di Ibukota negara itu disebut tak kunjung memenuhi janji untuk memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sepadan.

Langkah tegas pun diambil Pemprov Sulut. Pengoperasian hotel yang se-atap dengan Kantor Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulut, ditutup sementara. “Hotel Asana Kawanua sudah 4 bulan tidak beroperasi. Itu kita tutup sementara, karena pihak ketiga yang mengelola hotel tidak memberikan PAD yang sesuai dengan perjanjian awal,” beber Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw kepada wartawan, Selasa (8/10) kemarin.

Alasan merugi yang dijadikan dalih oleh pihak ketiga, disangsikan oleh Wagub. Karena hunian hotel didapati tidak pernah sepi. “Pihak manajemen hotel mengatakan bahwa mereka rugi. Padahal de facto kita melihat hotel ini tidak pernah kosong,” ungkap Eks Ketua DPRD Sulut itu.

Padahal lanjut Wagub, semasa duduk di Komisi II DPRD Sulut, dia  mengaku yang paling getol menyokong pembangunan Hotel Asana Kawanua. Tujuannya agar Sulut memiliki kantor perwakilan yang representatif sekaligus punya profit center dalam pengelolaan hotel.

“Tapi ternyata realisasinya masih jauh dari harapan. Karena itu saya memberikan masukan kepada Pak Gubernur agar ada evaluasi untuk pihak ketiganya. Dan sejak 4 bulan lalu, kita sudah tidak memperpanjang lagi kerjasama dengan pihak ketiga yang mengelola sebelumnya,” terang politisi PDIP itu.

Pemprov pun membuka peluang bagi investor atau pelaku usaha yang ingin mengelola hotel tersebut dengan catatan ada perjanjian yang jelas. "Kita mau ada pengelola yang baru dengan perjanjian jelas dan PAD yang sangat sesuai," ujarnya.

Bak gayung bersambut, peluang yang dibuka Pemprov itu direspon oleh banyak investor. Sehingga pemprov berencana akan melakukan proses lelang. "Ternyata, peminatnya banyak. Berdasarkan masukan dari inspektorat, itu akan dilelang. Kita sudah sementara evaluasi. Mudah-mudahan PAD nya akan tambah besar," kunci sosok yang disebut-sebut akan menjadi suksesor Olly Dondokambey itu.(sonny dinar)


Komentar