Palapa Ring Jokowi Tunjang Pendidikan di Kepulauan


Problem layanan internet kerap menjadi keluh masyarakat Nusa Utara. Sinyal buruk salah satu persoalan pendidikan di wilayah kepulauan. Terutama ketika menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kini asa meletup, Palapa Ring dinilai jadi harapan.

 

Terkuak, selain masalah sarana dan prasarana, jaringan internet juga jadi polemik pelaksanaan UNBK di wilayah paling utara Sulawesi Utara (Sulut). Sementara, pemerintah memiliki target agar wilayah kepulauan ke depan sudah harus 100 persen menggelar UNBK.

 

Masalah ini ditanggap Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melisa Gerungan. Ia mengungkapkan, hadirnya Palapa Ring atau Tol Langit dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membantu kelancaran UNBK di wilayah tersebut.

 

"Program Palapa Ring ini memang sudah ditunggu masyarakat Sulut. Terlebih yang ada di wilayah kepulauan. Karena di sana akses internet sering jadi kendala," ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, Senin (21/10), saat ditanyai masalah UNBK di kepulauan, usai menerima kunjungan DPRD Kabupaten Sitaro, di ruang rapat serba guna DPRD Sulut.

 

Dirinya berharap, tidak ada lagi keluhan mengenai susah sinyal ke depan. Begitu pula dengan sekolah-sekolah. Nantinya bisa menikmati layanan internet secara maksimal. "Dengan demikian masyarakat bisa merasakan manfaat program keluaran pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)," pungkas wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.

 

Tol langit itu disebutnya sebagai salah satu program pembuktian Jokowi untuk membangun dari pinggiran. Tidak ada lagi daerah di kepulauan yang terisolir dari jaringan internet. "Sekolah-sekolah di pinggiran juga tidak akan terkendala akses informasi. Mereka akan tahu nantinya informasi apa yang sedang update sekarang ini," ujarnya.

 

Gerungan memastikan, dunia pendidikan berangsur-angsur akan semakin maju di wilayah kepulauan. Hadirnya Tol Langit kans jadi pelecut. Maka dari itu, langkah Jokowi lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia (RI) tersebut, patut diapresiasi. "Karena ini juga telah menjadi kebutuhan masyarakat yang ada di kepulauan," kuncinya. (Arfin Tompodung)


Komentar