Tak Kebagian Menteri, PSI Sulut ‘Legowo’


Kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, resmi terbentuk. Dalam jajaran menterinya, tidak terdapat kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang masuk. Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara (Sulut) pun beri respon.

Finalnya penyusunan menteri Jokowi-Amin minus PSI. Padahal sebelumnya Ketua Umum Grace Natalie sempat disebut-sebut kuat masuk dalam deretan kabinet. Saat pengumuman, nama Natalie ternyata tidak bertengger di dalamnya.

Ketua DPW PSI Sulut, Melky Pangemanan menyampaikan, pihaknya tentu terbuka dengan apa saja yang menjadi keputusan presiden. Hal itu karena saat memberikan dukungan kepada Jokowi-Amin, PSI sudah menyatakannya tanpa syarat. "PSI mendukung Jokowi-Amin tanpa syarat. Meski tanpa menteri kami tetap mendukung Jokow," tegas Pengemanan yang sekarang ini juga duduk sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

Masalah Prabowo Subianto yang malahan masuk kabinet, dirinya merasaitu hak preogratif Presiden Jokowi. Ia merasa, langkah mengakomodir Prabowo tentu untuk sesuatu yang lebih baik. "Oleh karena itu tentunya ada perkembangan bahwa pak Jokowi mengakomodir Prabowo untuk kepentingan yang lebih luas," jelasnya.

Wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung ini menyampaikan, tidak mungkin Jokowi menempatkan Probowo bila tidak ada sesuatu yang dipertimbangkan. Ini baginya, sudah dipikirkan presiden. "Saya merasa tentu ada kepentingan (menempatkan Prabowo, red). Ini hak preogratif presiden, PSI tidak dapat itu juga ada kepentingan beliau (presiden Jokowi, red)," kuncinya. (arfin tompodung)


Komentar