Siswa di Mitra ‘Sulap’ Sampah Jadi Gaun

Hasil Lomba Kreasi Daur Ulang Sampah Oleh DLH


Laporan : RECKY KOROMPIS

 

Ratahan, MS

Ide penanggulangan sampah organik memunculkan banyak terobosan. Seperti yang dilakukan para siswa siswi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Kreasi mendaur ulang sampah plastik berhasil melahirkan karya-karya inovatif. Para siswa membuat gaun dari bahan baku sampah. Hasil kreatifitas itu dipertontonkan dalam lomba kreasi daur ulang sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mitra.

Gelaran lomba menampilkan peragaan busana anak yang terbuat dari plastik dan koran bekas, tersaji dihadapan publik yang digelar di Plaza Ratahan, Kelurahan Tosuraya, Kamis (24/10) kemarin. Sejumlah sekolah mulai dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas/Sederajat (SMA) yang ada di Ratahan Timur, mengutus perutusannya untuk tampil dengan sampah yang disulap sedemikian rupa agar tampil menarik.

Buktinya, peragaan yang ditampilkan satu persatu oleh para peserta tampil menawan dan mengundang perhatian dan decak kagum para penonton bahkan tim penilai sendiri. “Ini merupakan hal yang positif ketika keberadaan sampah disulap menjadi gaun yang menarik. Namun ini juga sekaligus memberikan pernyataan tegas terkait penggunaan sampah, terlebih plastik yang harus terus ditekan,” aku Stenly Waas salah satu warga yang hadir menyaksikan peragaan busana kreatif tersebut.

Sementara, Kepala DLH Mochtar Wantasen mengungkapkan, kegiatan ini merupakan sinergitas program nasional dan daerah terkait pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. “Kita tahu bersama bahwa target nasional itu tahun 2025 Indonesia bebas sampah plastik. Nah mewujudkan hal tersebut tentu dimulai dari daerah yang secara terintegrasi lewat Kebijakan strategis Nasional dan Daerah. Kita kemudian menggelar lomba kreatif sebagai bentuk implementasi dukungan atas kebijakan program tersebut,” ucap Wantasen didampingi Kepala Bidang Persampahan, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dedi Siwi.

Menurut dia, lomba ini sendiri diikuti oleh puluhan siswa-siswi dengan kategori SD, SMP serta SMU. “Ini sekaligus bagaimana memberikan edukasi bagi masyarakat bahwa ternyata sampag plastik bisa didaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat,” tutur Wantasen.

Dikatakannya, menjadi special dalam kegiatan ini ketika tim juri yang dihadirkan yaknni Direktur Bank Sampah dari Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur yang merupakan warga Mitra. “Rencananya pada iven mendatang seperti ini, akan digelar lebih besar lagi agar bisa melahirkan manfaat besar terhadap kesadaran untuk mengurangi polusi lingkungan akibat sampah plastik,” pungkas Wantasen. (***)


Komentar