Menag Fachrul Razi ‘Digoyang’


KONTROVERSI mengiringi penunjukan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi). Teranyar, jabatan Menag bagi pensiunan jenderal ini menuai sorotan dari kiai dari berbagai daerah.

Itu disampaikan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas. Dia mengatakan penunjukan Fachrul Razi menuai kekecewaan dari kiai-kiai. "Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes," kata Robikin, Rabu (23/10).

Fachrul Razi merupakan seorang pensiunan TNI. Pangkatnya terakhir adalah jenderal TNI. Presiden Jokowi meminta Fachrul Razi sebagai Menteri Agama untuk mengurusi radikalisme dan intoleransi.

Menurut Robikin, para kiai paham Kementerian Agama (Kemenag) harus berada di garda terdepan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Tetap saja, kata dia, keputusan Jokowi memilih Fachrul Razi dipertanyakan para kiai. "Namun para kiai tak habis mengerti terhadap pilihan yang ada," ujar Robikin.

Sementara, Menag Fachrul Razi membantah ada protes dari para kiai. Menurutnya, yang ada hanyalah pertanyaan. "Mana ada? Orang bertanya kan biasa," kata Fachrul di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (24/10).

Soal pertanyaan itu, Fachrul menyebut penjelasan tentu saja bisa diberikan. Dia juga tidak melihat adanya penolakan terhadap dirinya yang menyandang status Menag. "Jangan bilang penolakan. Kalian senang mendramatisasi," kata dia.

Dia yakin semua kiai punya visi yang sama dengannya, yakni membangun umat dan bangsa. Dia menyebut semua kiai sebagai sahabatnya. "Semua kiai itu sahabat saya dan sama-sama misinya, sama-sama bagaimana membangun bangsa yang lebih baik, membangun umat yang baik. Jadi nggak mungkin ada penolakanlah," ujar Fachrul.

Sebelumnya, Fachrul juga menegaskan bahwa dirinya adalah Menteri Agama Republik Indonesia, bukan Menteri Agama Islam. Fachrul menegaskan akan mendatangi semua tokoh agama. "Ya semua, dong. Semua yang Protestan, yang Katolik, yang Hindu, yang Islam, semua saya datangi," kata dia.

Pernyataan Fachrul itu merespons PBNU yang menyatakan kiai-kiai mempertanyakan penunjukan dirinya. Fachrul mengatakan dia juga akan bertemu dengan para kiai NU, juga Muhammadiyah. "Pastilah ke PBNU, ke Muhammadiyah. Itu kan sahabat semua, sama-sama punya misi yang sama bagaimana membangun umat, bagaimana membangun bangsa," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, tak mempersoalkan Presiden Jokowi memilih Jenderal (Purn) Fachrul Razi sebagai Menag. Menurutnya, tak soal Menag dari kalangan militer, yang penting pemahaman agamanya baik. "Menteri Agama dari militer? Semua menteri, termasuk Menteri Agama, saya percaya akan menjalankan tugasnya dengan baik," kata Haedar saat meresmikan SM Corner Universitas Muhammadiyah Kudus, Kamis (24/10).

Haedar menegaskan orang yang terpilih menjadi menteri agama, baik nonmiliter atau militer, tak jadi soal. Yang penting, kata dia, sosok tersebut punya wawasan atau pemahaman agama yang baik. "Jadi menteri agama militer, atau nonmiliter, yang penting punya pemahaman agama yang baik. Kemudian bisa menjalankan tugas sesuai tupoksinya dengan baik," ujarnya.

"Yang terakhir membawa Kementerian Agama makin maju, good governance dan bisa menjalin hubungan dengan semua kekuatan agama," imbuhnya.(detik)


Komentar