Kisah Perjuangan Dibalik Kesuksesan Indonesiana di Tomohon


Tomohon, MS

Perhelatan Pesta Kolintang Tomohon 2019 spektakuler. Iven budaya yang masuk program Indonesiana ini pun menuai kesuksesan. Berbagai agenda PKT berhasil dilaksankan dengan baik. Pun di balik kesuksesan ini, ada kisah perjuangan yang keras. Demikian Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Dikbuda) Kota Tomohon, Dr. Juliana D. Karwur M.Kes, M.Si kala menyampaikan laporan kegiatan di Auditorium Bukit Inspirasi Kakaskasen, Jumat (25/10).

 

Diceritakan Kadis, ketika dirinya bersama tim Dinas Dikbuda sedang sibuk mempersiapkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, pihaknya diminta melengkapi berbagai administrasi terkait kegiatan Indonesiana. Karena kesibukan tersebut, ada hal yang tidak dapat dipenuhi secara tepat waktu.

 

"Saya terkejut. Saya mendapat telepon dari Kasubag di Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Ibu Susanti. Katanya, mohon maaf ibu kepala dinas, sesuai hasil rapat kemarin, untuk kegiatan Indonesiana di Kota Tomohon ditunda Tahun 2020," papar Karwur.

 

Usai menerima informasi itu, tanpa berpikir panjang, besoknya Kadis bersama Kasubag Susan Posumah bertandang ke Jakarta. Kata dia, ini perjuangan yang panjang. Setibanya di Bandar Udara Sam Ratulangi, ia ketinggakan pesawat, padahal masih ada waktu 45 menit. Akhirnya tetap jadi berangkat dan tiba di Jakarta pukul 12.00 Wib. Kemudian Kadis dihentar oleh tenaga menemui Dirjen Kebudayaan.

 

Setelah dipertemukan, dirinya langsung menyampaikan permintaan dengan hormat bahwa Kota Tomohon siap melaksanakan Indonesiana. Dengan berbagai pertimbangan, dirinya diberi ultimatum. Apakah kesiapan Tomohon serius? Sebab waktu persiapan untuk iven Indonesiana harusnya 6 bulan. Sedangkan waktu yang tersisa tinggal 2 bulan.

 

"Namun saya katakan kembali, Kota Tomohon siap. Dengan segala persiapan serta petunjuk Bapak Walikota Jimmy Feidie Eman, kami siap melaksanakan Indonsiana," beber Karwur.

 

Diuraikannya, segala usaha dan upaya dilakukannya. Sehingga Indonsiana akhirnya terselanggara dengan baik. Sejak awal, Kadis memang mengimbau seluruh jajaran Dinas Dikbuda, harus menyukseskan Indonesiana. Tidak boleh ada 1 pun pegawai di Dinas Dikbuda yang tidak menyukseskan Indonesiana. Atau hanya mencari untung dalam iven ini.

 

Memang diakuinya, hal tentang penundaan dari Ditjen Kebudayaan ini tidak disampaikan sebelumnya kepada Walikota Tomohon. Alasannya, dirinya kuatir bila acara tidak sukses. Akan tetapi, fakta yang diterima adalah kesuksesan yang luar biasa. Menurut Kasis, Indonesiana ini memang butuh pengorbanan.

 

"Nah, dengan keberhasiilan yang diperoleh Pesta Kolintang Tomohon, saya sangat berani menyampaikan hal ini. Apalagi iven ini tergagas dari Pak Jimmy Eman saat diundang Pak Dirjen Kebudayaan pada workshop Indonesiana yang pertama. Saat itu Tomohon langsung menyatakan siap, tandas Karwur sembari mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu.

 

Diketahui, iven Indonesiana PKT 2019 ini terlaksana atas kerja sama Dinas Dikbuda Tomohon, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Utara (Sulut) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Gorontalo. (hendra mokorowu)


Komentar