AIRLANGGA BELUM AMAN


Jakarta, MS

Tensi politik di tubuh Partai Golongan Karya (Golkar) kembali naik. Perebutan kursi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin, jadi pemicu. Langkah Airlangga Hartarto yang sebelumnya diprediksi akan mulus menjabat ketua umum (ketum) di periode kedua, dipastikan tersendat.

‘Goncangan’ dibuat loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet). Militan Ketua MPR-RI itu semakin ngotot mendorong Bamsoet maju memperebutkan kursi Ketum Golkar. Langkah itu digedor masih dengan alasan bahwa Golkar berada dalam keterpurukan dan harus segera diselamatkan. Di sisi lain, Pro-Bamsoet juga beranggapan, posisi Airlangga yang mendapat kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengurus perekonomian Indonesia, membutuhkan konsentrasi yang besar. Airlangga diharapkan fokus menyelesaikan persoalan ekonomi dulu.

Fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab mengatakan, Bamsoet konsisten mencalonkan diri sebagai Ketum Partai Golkar periode 2019-2024.  "Menyikapi dinamika politik yang terjadi jelang Munas (Musyawarah Nasional) DPP Partai Golkar, yang akan diselenggarakan pada Desember 2019 mendatang, semakin mempertegas sikap Bambang Soesatyo untuk tetap konsisten menyatakan maju sebagai calon Ketum Partai Golkar periode 2019-2024," tandas Sirajuddin, Kamis (7/11).

Menurut dia, keterpurukan Golkar tampak dari perolehan suara pada saat Pileg 2019. Terjadi penurunan suara di DPR hingga DPRD di tingkat kabupaten/kota. "Sikap ini bukanlah kehendak pribadi melainkan sebuah panggilan sejarah untuk mengubah wajah Golkar yang lebih baik ke depan. Sudah cukup Partai Golkar mengalami penurunan hasil Pemilu Legislatif 2019, baik DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, keterpurukan ini harus segera disudahi dan diselesaikan," aku Sirajuddin.

Kalangan akar rumput Golkar pun ingin adanya pergantian pemimpin. Mereka berharap kepada Bamsoet. "Selain itu, juga karena adanya desakan dan dukungan keras yang datang dari akar rumput. Seperti DPD Provinsi, Kabupaten/Kota sampai di tingkat desa. Mereka secara sungguh-sungguh dari dalam hati yang tulus, menginginkan ada perubahan mendasar dalam tubuh Partai Golkar, menginginkan ada pergantian kepemimpinan, dan meminta Bamsoet untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut," ucap Sirajuddin.

Bamsoet dinilai berpengalaman mengelola organisasi secara meritokratis. Dia juga menilai gaya kepemimpinan Bamsoet demokratis.

"Keinginan dan desakan itu muncul karena Bamsoet dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola organisasi dan partai politik secara modern dan meritokratis. Ia juga memiliki ide-ide yang cemerlang dan revolusioner, gagasan-gagasannya yang inklusif, dan juga memiliki sifat kepemimpinan yang demokratis. Hal inilah yang sedang dibutuhkan oleh Partai Golkar saat ini," tutur Sirajuddin.

"Dengan kemampuan-kemampuan seperti itu diharapkan dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di tubuh partai, merekatkan kembali retakan-retakan antarkader dan merawat partai dengan cinta dan persaudaraan," imbuh dia.

Hal senada dikatakan Ketua Tim Suskes Bamsoet, Ahmadi Noor Supit. Ahmadi meminta Airlangga fokus saja mengurus pemerintahan. Pro-Bamsoet berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena mempercayai Airlangga memimpin perekonomian Indonesia. Untuk itu, pro-Bamsoet berharap Airlangga bisa mengatasi kemiskinan di Indonesia lewat jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"Satu sisi kami berterima kasih bahwa Golkar dipercaya menangani itu, maka apa yang ada dalam partai golkar, pikiran apa yang sedang berkembang di Golkar kalau menanggapi. Kalau Golkar dipercaya untuk menangani masalah ekonomi, ya harus mengembalikan posisi ekonomi Indonesia jadi bagus sehingga kemiskinan itu segera hilang," tandas Ahmadi.

Mengurusi ekonomi di Indonesia termasuk persoalan yang berat. Terlebih, kondisi ekonomi Indonesia saat ini menurutnya mendekati krisis. Sehingga menurut Ahmadi, Airlangga sebaiknya fokus mengurusi tugasnya di pemerintahan. "Kemudian presiden juga menyampaikan atas warning yang diberikan oleh bank dunia IMF, bahwa ekonomi dunia itu dalam posisi yang mendekati krisis, dan Indonesia sebagai negara juga pasti akan terpengaruh dengan situasi seperti itu, dan beliau mempercayakan untuk menangani persoalan ekonomi yang pasti sangat berat," katanya.

"Maka kami menganggap sebaiknya kader itu memberikan waktu sepenuhnya fulltime, dia harus fokus harus memberikan segala-galanya yang dimiliki untuk setiap hari, setiap saat memikirkan bagaimana kita selamat dari krisis ekonomi untuk bangsa dan negara, tidak boleh waktunya terbagi," tutur Ahmadi.

Ahmadi meyakini, terpilihnya Bamsoet akan membangkitkan kembali marwah partai yang saat ini sedang turun. "Saya kira sudah saatnya kami harus menjelaskan kembali tentang posisi Bamsoet sebagai calon Ketum Partai Golkar untuk periode berikutnya," beber Ahmadi.

Kemudian, Ahmadi memandang marwah Golkar sebagai partai besar sudah tidak terlihat. Terlebih, hasil pemilu partai yang belakangan ini menurun. "Kami tentu saja para pendukung Partai Golkar itu sudah menyerap aspirasi yang berkembang dari tingkat kecamatan desa kabupaten/kota provinsi pusat seluruh kalangan Partai Golkar yang sangat mencintai partai, yang ingin melihat partai bangkit kembali dari kekalahan yang melanda dari pemilu ke pemilu. Tiga periode ini, Golkar perolehan suaranya menurun. Ini adalah fakta," katanya.

Ahmadi mengatakan kondisi internal partai saat ini sudah terpecah belah. Dia menilai Bamsoet-lah yang memiliki reputasi baik dan bisa menyatukan kembali partai. "Golkar tidak bisa bangkit karena secara internal kita pecah, ada intrik-intrik apakah itu dari luar atau dari dalam yang mengakibatkan kita tidak bisa satu. Oleh karena itu, semua kader Golkar menginginkan lahir seorang pemimpin yang bisa menyatukan Golkar menyalurkan semua potensi Golkar untuk menjadi besar kembali," ucap Ahmadi.

"Oleh karena itu, pada hari ini kami jelaskan kembali, teman-teman berharap yang paling pantas dengan segala macam reputasi dan keberhasilan dengan segala macam kemampuan kapasitas untuk bisa menyatukan kembali partai, bahkan juga bisa diakui untuk bisa bergaul dari kalangan bawah ke atas, tokoh itu adalah Bambang Soesatyo," sambung dia.

Ahmadi menyebut dukungan untuk Bamsoet pun datang dari mayoritas kader partai. Dukungan tertulis ataupun tidak tertulis. Oleh karena itu, dia memastikan tak akan ada calon tunggal dalam Munas Partai Golkar, Desember nanti. "Ini adalah keinginan yang sangat kuat. Kami, tim ini, sudah mengakomodir baik tertulis maupun tidak tertulis keinginan itu adalah keinginan mayoritas dari kader-kader Golkar. Saya pegang semua (bukti) itu karena kita semua adalah pelakunya yang di depan ini. Oleh karena itu tidak boleh terjadi ada calon tunggal. Kami pastikan bahwa salah satu calonnya adalah Bambang Soesatyo," kunci Ahmadi.

AIRLANGGA-BAMSOET TEGANG

Persaingan Caketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo kembali sengit. Bamsoet disebut bakal kembali maju melawan Airlangga.

Merespons itu, Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyikapi dengan santai. Dirinya akan mengamati langkah Bamsoet. "Ya kita dengar, kita monitor saja," kata Airlangga di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).

Bamsoet sendiri sebelumnya sudah berkomitmen tidak akan bersaing lagi dengan Airlangga dan memilih untuk ‘cooling down’. Airlangga menyindir komitmen tersebut. "Kita lihat karena kan sebelumnya sudah ada komitmen. Jadi, kita tunggu komitmen tersebut," ujarnya.

Airlangga enggan menyebutkan berapa caketum yang maju di Munas Golkar. Dia bilang, partai beringin masih menjalani rangkaian proses Munas. "Nanti kita tunggu pada waktunya. Nanti kita akan rapimnas dulu minggu depan sesudah itu baru ada jadwal," pungkasnya.

 

SINYAL JOKOWI DUKUNG AIRLANGGA, PRO-BAMSOET TAK GENTAR

Posisi Airlangga Hartarto dinilai semakin kuat. Isyarat ‘dukungan’ melalui pujian datang dari Presiden Jokowi. Mantan Walikota Solo itu menyakini Partai Golkar terus melejit di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Dia pun menilai Airlangga sukses memimpin Golkar.

"Saya yakin Golkar terus melejit karena ketua nya top," kata Jokowi saat sambutan di HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11).

Terlebih, Airlangga saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sehingga, ia yakin kepemimpinan Airlangga di Golkar berkualitas. "Memang top beliau kan Menko Perekonomian loh, jabatan yang sangat strategis saat ini," ucapnya.

Terkait hal itu, Airlangga menanggapi pujian Presiden Jokowi terhadap dirinya sebagai amanah berat. Dia menyebut pujian itu sebagai bentuk Jokowi mengandalkan Golkar dalam pemerintah. "Ya tentu berterima kasih atas apa yang disampaikan pak presiden dan amanah itu amanah berat yang harus dijalankan," ujar Airlangga kepada wartawan di Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).

Airlangga menilai pujian untuk Golkar sebagai bentuk Jokowi mengandalkan Golkar mendukung suksesnya pemerintah. Dia meyakinkan Golkar tetap mengawal pemerintahan Jokowi hingga 2024. "Itu beliau mengandalkan Partai Golkar untuk men-support dan mendukung pemerintahan ini dan beliau juga meminta komitmen dan kami sudah sampaikan komitmen Partai Golkar mengawal pemerintahan ini sampai 2024," ujar Airlangga.

Namun, Airlangga membantah jika dikatakan pujian ‘Ketum top’ dari Jokowi sebagai sinyal terpilihnya kembali dirinya di munas berikutnya. Dia mengaku tetap mengikuti mekanisme yang ada. Dia juga sudah mendengar Bambang Soesatyo akan maju sebagai caketum Golkar. "Insyaallah kita ada mekanisme, kita tunggu rapimnas, kita dengar (Bamsoet maju caketum) kita monitor saja, terima kasih ya," ucap Airlangga.

Sementara, Politikus Golkar Adies Kadir mengakui, sinyal dukungan Presiden Jokowi terhadap Airlangga sebagai Ketum sudah lama. Menurutnya, restu presiden tidak hanya terlihat dalam gestur Jokowi di HUT Golkar kemarin malam (6/11). "Ini kan tidak mengejutkan, hal ini kan sudah lama kalau Pak Jokowi Memang dukung Pak Airlangga," terang Adies di Kompleks Parlemen, Kamis (7/11).

Adies menyebut, sinyal itu sudah ditunjukkan saat Jokowi menerima para Ketua DPD Golkar tingkat satu bersama Airlangga di Istana beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, saat HUT Golkar, Jokowi memuji keberhasilan Airlangga selama memimpin Golkar.

Adies juga melihat, Jokowi tak mempersoalkan rangkap jabatan Airlangga sebagai ketum dan Menko Perekonomian sebagai restu Jokowi. "Jadi kalau saya sebagai pendukung Pak Airlangga memang kita bisa membaca itu sebagai suatu restu Pak Presiden kepada Pak Airlangga," jelasnya.

Adies menilai, restu Jokowi terhadap Airlangga sebagai ketua umum memiliki pengaruh besar. Sebab, Golkar adalah partai pendukung pemerintah dan kebijakan Jokowi penting bagi Golkar untuk lima tahun ke depan.

Terpisah, kader Golkar yang mendukung Bamsoet mengaku tak masalah dengan pujian Jokowi ke Airlangga. "Jika ada keberpihakan interpretasi dari beberapa kelompok kalangan mungkin saja ada keberpihakan presiden kepada orang tertentu saya kira nggak masalah. Misalnya Presiden, misalnya ini tentu interpretasi pemahamannya kalau dia memberikan dukungan pada salah satu calon adalah pembantunya itu nggak ada masalah, sah-sah saja," ujar Ahmadi Noor Supit, Kamis (7/11).

Ahmadi mengatakan pujian Jokowi tidak akan mempengaruhi suara kader Golkar dalam pemilihan caketum. Dia menilai komentar apa pun yang datang dari luar Golkar merupakan hal yang wajar. "Tapi yang pasti adalah secara struktural itu tidak bisa intervensi partai, jadi itu clear buat kita dan kami yakin Presiden tidak bermaksud intervensi, apalagi Partai Golkar ini partai besar jadi saya kira itu clear. Jadi jangan salah memahami. Buat kami itu dukung mendukung biasa sebagai teman boleh," katanya.

Ahmadi juga memastikan pemilihan caketum Golkar akan sesuai dengan aturan yang telah diputuskan dalam pleno sehingga tidak bisa ada yang mengganggu proses tersebut. "Tapi aturan mainnya adalah rules Partai Golkar yang bermain. Kita sudah pleno kita sudah lihat, dengar apa yang terjadi di pleno seperti apa sebetulnya posisi Bamsoet. Sebentar lagi kita akan Munas itu lah jadi kita tidak berspekulasi nanti kita selesaikan secara adat."

MENAKAR PUJIAN JOKOWI

Presiden Jokowi menyakini Partai Golkar terus melejit di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Dia pun menilai Airlangga sukses memimpin Golkar.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, pujian Presiden Jokowi terhadap Airlangga bisa jadi merupakan ungkapan majas atau politik pasemon. Jadi, kata dia, tidak bisa disimpulkan bahwa pujian Jokowi tersebut adalah sinyal Airlangga menjadi ketua umum Golkar lagi dalam munas mendatang. "Bisa saja pujian, tetapi bisa juga kita maknai dengan pesan yang lain. Dalam komunikasi politik kan ada pesan politik dan makna politik. Apa yang disampaikan bisa punya efek yang berbeda-beda," kata Pangi di Jakarta, Kamis (7/11).

Apalagi, kata dia, Jokowi kadang-kadang banyak menggunakan bahasa Jawa dengan pola majas bahasa politik pasemon, bersayap-sayap, banyak sindiran, dan makna yang sulit dibaca. "Bahkan memberikan pesan sebaliknya bahwa Pak Airlangga sudah kehilangan dukungan Pak Jokowi," kata dia.

"Dalam politik yang seperti itu, orang yang dipuji, yang dipangku, justru yang dimatikan politiknya oleh Pak Jokowi. Jadi semua kemungkinan, apalagi kalau kita bicara majas atau diksi yang bisa memunculkan banyak pesan dan makna yang tersembunyi di balik pujian tersebut," kunci dia.

MUNAS DIGELAR 4-6 DESEMBER DI JAKARTA

Golkar telah bersepakat. Munas akan digelar tanggal 4-6 Desember di Jakarta. Itu merujuk keputusan rapat pleno Golkar.

"Jadi rapat pleno menentukan jadwal agenda politik partai Golkar. Jadi agenda politik ini dimulai agenda besok yaitu HUT partai Golkar tanggal 6 jam 19.30 WIB bertempat di Hotel Sultan. Ini dalam rangka ulang tahun 55 tahun partai Golkar. Kemudian agenda kedua, Rapimnas partai Golkar, akan diselenggarakan tanggal 14 sampai 15 bulan November. Nah ini akan mempersiapkan materi-materi Munas," kata Airlangga di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (5/11).

"Dan Munasnya akan diselenggarakan tanggal 4,5,6 Desember, bertempat di Jakarta," lanjut dia.

Airlangga juga menuturkan, tadi juga disepakati untuk Rapimnas ketua penyelenggaranya adalah Agus Gumiwang Kartasasmita. Steering Committee adalah Ibnu Munzir, Organizing Committee Heru Dewanto.

"Sedangkan Munas akan dipimpin oleh Ketua Panitia Penyelenggaranya Melchias Marcus Mekeng. Kemudian Steering Committee adalah Ibnu Munzir, kemudian panitia pelaksananya Adies Karding. Jadi demikianlah jadwal-jadwal yang diputuskan dalam rapat pleno," pungkasnya.(merdeka/detik)


Komentar