Sejumlah Kapitalaung Diperiksa

Pengadaan Internet Desa di Sangihe Diseriusi


Tahuna, MS

Indikasi penyimpangan terkait pengadaan internet di kampung atau desa di Kabupaten Sangihe, mulai diseriusi. Teranyar, pihak kepolisian sudah memanggil sejumlah Kapitalaung guna dimintai keterangan.

Sebelum ditangani penyidik Kepolisian Resor (Polres) Sangihe, megaproyek yang dikerjakan salah satu perusahaan ini, telah berpolemik di masyarakat. Rumor yang beredar, pengadaan tersebut dinilai banyak penyimpangan. Selain itu, dugaan mark-up serta adanya indikasi gratifikasi.

“Jadi memang kami melaporkan ini karena kami menilai banyak kejanggalan saat proses pengadaan hingga dugaan mark up. Dan kalau kami perkirakan ada kurang lebih 3 miliar rupiah yang di mark-up dari nilai total pengadaan 6 miliar rupiah untuk 145 kampung yang ada di Sangihe,” urai pelapor yang meminta namanya tidak dikorankan.

“Apalagi dalam spesifikasi yang kami peroleh, banyak item barang yang harga satuannya berbeda jauh dibanding dengan harga pasar. Dan ini membuat kami bersikeras membawa masalah ini di aparat hukum, agar masyarakat khususnya di kampung- kampung yang sudah memiliki internet desa ini bisa mengetahui manfaat pengadaan tersebut. Karena, jangan sampai mubazir dan hanya menguntungan sekelompok orang saja,” imbuh pelapor.

Terpisah, Kapolres Sangihe AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Iptu Angga Maulana ketika dikonfirmasi harian ini, tak menapik adanya laporan warga terkait pengadaan internet desa. “Jadi memang benar ada laporan, dan ini masih dalam tahap penyelidikan. Beberapa Kapitalaung sudah kami penggil untuk mencari tahu soal pengadaan ini,” terang Maulana.(haman)


Komentar