SINYAL DUET CEP-GSVL MENGKRISTAL


Manado, MS

 

Tensi politik jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut), kian meninggi. Sederet elit mulai terang-terangan memberi sinyal untuk turun gelanggang di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Teranyar, isyarat Walikota Manado, GS Vicky Lumentut via laman media sosial Facebook pribadinya, Rabu (13/11) kemarin. Politisi Partai NasDem itu, sempat berswafoto dengan Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Menariknya, dalam swafoto itu GSVL bersama CEP sama-sama mengacungkan jari berbentuk simbol huruf C sambil tersenyum. Tak hanya itu, dalam caption foto-foto yang diunggah GSVL tersebut, hanya Bupati Minsel yang disebut sebagai kawan.

‘SICC Sentul Bogor 13 Nop 2019. Rakornas pemerintah pusat dan forkopimda prov kabupaten kota se Indonesia. Menuju Indonesia Maju. Ketemu Menkominfo, Gub  Kaltim, Bupati Samosir, Bupati Sangihe dan kawanku Bupati Minsel. Salam hormat semua. rukun dan damai. Tabea” tulis GSVL di dinding FB-nya.

Sontak swafoto yang diunggah GSVL tersebut, memantik beragam spekulasi. Mengingat simbol C, merupakan ciri khas CEP yang kini dielus-elus akan maju di Pilgub Sulut.

“Kelihatannya signal CEP-GSVL akan berpasangan di Pilgub sudah semakin kuat. Soalnya hubungan kedua elite politik ini sudah semakin harmonis,” tanggap Yodi Antoni warga Manado.

“Yang di acara Opening Ceremoni Manado Fiesta, cuma CEP kepala daerah di Sulut yang hadir. Jadi peluang kedua bersanding di Pilgub sangat besar,” timpalnya.

Selaras disampaikan Chia Merentek, warga Minsel. “Ini tanda-tanda GSVL mungkin akan berpasangan dengan CEP di Pilgub nanti. Apalagi GSVL sendiri yang melakukan swafoto sambil unjuk jari bentuk C bersama Ibu Bupati dan mempostingnya di laman FB-nya,” ujarnya.

“Mungkin sudah ada komunikasi politik diantara keduanya. Karena dua-duanya pimpinan partai politik. Jadi kemungkinan untuk berpasangan di Pilgub, tentu sangat terbuka lebar,” timpalnya berasumsi.

ANCAMAN BAGI PDIP

Swafoto GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang cukup viral di media sosial (medsos) cukup mendapat atensi dari berbagai kalangan masyarakat Sulut.

Termasuk dari pemerhati politik. Mengingat swafoto yang dibarengi dengan mengacungkan jari berbentuk huruf C itu, diunggah oleh GSVL.

Manuver swafoto itu, dianggap memiliki dua kemungkinan. Pertama hanya sebagai basa basi media sosial. Dan kedua, potensi telah adanya komunikasi politik.

“Bisa saja itu hanya bakusedu (Bercanda, red) di medsos,” tanggap Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Tumbelaka, kepada harian ini, Rabu (13/11) kemarin.

“Tapi jika itu sudah merupkan signal di 2020, itu juga sah-sah saja,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Menurutnya, wajar bila muncul beragam multi tafsir dari masyarakat soal swafoto tersebut. Mengingat GSVL dan CEP merupakan elit politik. “Apalagi jelang Pilgub seperti ini. Bahasa tubuh dari para elite, bisa dianggap sebagai manuver politik,”  paparnya.

Pun demikian, Bung Taufik sapaan akrabnya, tak menampik soal potensi CEP dan GSVL akan berpasangan di Pilgub. “Itu bisa terjadi. Dua-duanya pimpinan partai. Tetty Ketua Golkar Sulut dan Vicky Ketua NasDem Manado. Jadi peluang itu ada,” lugasnya.

“Apalagi, Tetty dan Vicky  sama-sama merupakan kepala daerah dua periode. Tetty di Minsel dan Vicky di Manado. Pasti sudah punya basis massa,” tambah Taufik.

Sementara dari sisi peluang, Taufik menilai CEP dan GSVL bisa jadi ancaman serius bagi PDIP, sebagai incumbent. Asalkan, Vicky diusung merepresentasikan Partai NasDem, bukan sebagai figur pribadi.

“Kalau Tetty sudah pasti. Kan Ketua DPD Golkar Sulut. Tapi Vicky tentu harus melalui mekanisme di DPW Nasdem Sulut. Mengingat Vicky itu Ketua DPC Nasdem Manado,” ulasnya.

“Namun, jika Tetty dan Vicky diusung oleh koalisi Golkar dan NasDem, maka kedua pasangan itu akan menjadi lawan tangguh sekaligus ancaman serius bagi PDIP di Pilgub Sulut 2020 mendatang,” tandas putra Gubernur pertama Sulut itu.

ELIT NASDEM DAN GOLKAR BERI SINYAL POSITIF

Bak gayung bersambut, momen keharmonisan GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Christiany Eugenia Paruntu (CEP), yang mulai dikait-kaitkan dengan Pilgub, terkesan direspon positif oleh elit NasDem dan Golkar.

"Politik ini kan dinamis semua mungkin (GSVL dan CEP berpasangan, red). Bisa saja,” tanggap Bendahara DPW Partai Nasdem Sulut, Felly Runtuwene, ketika dikonfirmasi Media Sulut, Rabu malam kemarin.

“Di internal kita saja ada berapa calon. Apakah pak Vicky, Elly Lasut, Vonny Panambunan. Di Nasdem sudah ada tiga, kita belum tau dari luar," sambung Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ini.

Pun begitu, Felly mengaku pihaknya masih dalam posisi belum bergerak. Namun, ia memastikan akan melakukan komunikasi dengan semua partai. "Tinggal lihat dinamikanya nanti seperti apa," ujarnya.

Lanjut Felly, Partai Nasdem akan membuka pendaftaran setelah rapat wilayah Partai Nasdem Sulut. Semua figur baik dari partai maupun luar partai diberikan kesempatan untuk mendaftar sebagai bakal calon.

"Nanti akan buka pendaftaran di tingkat provinsi dan di kabupaten kota dimana yang ada pilkada (pemilihan kepala daerah). Dari situ ada proses yang akan dijalankan. Dilakukan poling, survei dan semuanya. Selanjutnya akan memanggil calon itu sendiri sebelum ditetapkan," pungkas eks Anggota DPRD Sulut tersebut.

Ia pun kembali menegaskan Partai Nasdem akan mengusung dalam Pilgub Nanti. Itu sesuai dengan capaian kursi yang diraih. "Udah pasti akan mengusung karena kita lengkap 9 kursi," tutupnya. 

Ungkapan nyaris serupa juga dilayangkan politisi Golkar, Careig Naichel Runtu (CNR). Salah satu legislator Sulut dari Fraksi Golkar itu, menyebut swafoto GSVL dan CEP sebagai sesuatu hal yang wajar.

Bahkan Ketua DPD II  Golkar Minahasa terkesan memberi restu seandainya CEP dan GSVL dipasangkan di Pilgub Sulut 2020.  "Komunikasi politik kan sah-sah saja. Kalau ada arah ke situ (CEP dan GSVL berpasangan, red)  why not (kenapa tidak, red)," timpal eks pimpinan DPRD Kabupaten Minahasa ini, via pesan whatsapp.(arfin tompodung/tim ms)

 


Komentar