Seleksi CPNS Netral, Sampel: Jangan Percaya Calo


Teror calo mengintai proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Warga Sulawesi Utara (Sulut) diwarning agar tidak terjebak. Sistem kali ini dipastikan tak akan memberi ruang bagi oknum nakal.

 

Karena itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ingatkan masyarakat untuk tidak percaya calo. Sistem seleksi kini diakui lebih netral dan profesional.

 

Rakyat Bumi Nyiur Melambai diharapkan tidak lagi dibodohi oleh tawaran-tawaran yang iming-imingnya untuk memasukan jadi CPNS. Hal itu karena proses seleksi dilakukan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Model ini tidak memberi peluang adanya permainan calo. Semua peserta dalam ujian harus mencapai ambang batas nilai yang ditetapkan pemerintah pusat.

 

"Untuk sistem rekrutmen itu kan sekarang sudah online. Jadi sekarang sudah tinggal dari kemampuan peserta yang mengikutinya. Kalau bilang sistem calo, masih agak susah," tegas Anggota Komisi I DPRD Sulut, Ronald Sampel, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

 

Ia menyarankan, masyarakat Sulut yang akan mendaftar agar lebih bijak lagi. Jangan sampai terjebak dengan model calo dalam penerimaan CPNS.

 

"Saran saya bagi peserta, kalau ada yang menawarkan seperti itu, jangan tacolo. Namanya calo pastinya duit. Uangnya diberikan terus tapi ujungnya nol," ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.

 

Alangkah baiknya, peserta yang akan mengikuti CPNS belajar lebih giat. Jangan kemudian mengambil cara-cara yang tidak benar. "Lebih bagus saran saya untuk peserta yang akan ikut CPNS, belajar.  Namanya dia ujian seperti ini, kan materinya tergantung di bidang-bidang mana yang akan dia ikut," ungkap wakil rakyat daerah pemilihan Nusa Utara itu.

 

Misalnya menurut dia, bila peserta akan masuk di Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau akan menjadi guru. Baiknya dia belajar saja di bidang tersebut. "Dia belajar saja di bidang itu. Materi terkait itu pasti 80 persen. Pengetahuan umum pasti 20 persen. Jadi kalau calo, susah. Sistem sekarang sudah lebih netral dan lebih profesional," ujarnya. (arfin tompodung)


Komentar