IMBA CS BEREBUT MANDAT GOLKAR


Manado, MS

Gerbang pendaftaran dibuka Partai Golongan Karya (Golkar) untuk Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado 2020. Tiga figur populis merapat di momen awal. Hasrat meraih mandat Partai Beringin jadi target. 

Upaya penjaringan ini tak hanya berlaku di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Manado. Teranyar, proses pendaftaran juga sudah bergulir di DPD II lainnya yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Utara (Sulut). Seperti Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang mulai bergerak. 

Komposisi dan Personalia Tim Seleksi Pilkada DPD Partai Golkar Provinsi Sulut pun terendus telah dibentuk. Di dalamnya yakni Ketua Christiany Eugenia Paruntu, Wakil-Wakil Ketua Feryando Lamaluta, Dolfie Angkouw, Raski Mokodompit, Inggried Sondakh, Dantje Kaligis, Oktavian Walintukan (Manado), Jootje Tuerah (Minut-Bitung), James J A Kojongian (Tomohon), Rolly Porong (Minsel), Sultan Zulkarnain (Bolsel-Boltim). Selanjutnya Sekretaris Tony Hendrik Lasut, Wakil Sekretaris  Danny Rompis, Estefanus Luntungan, Ruby Rumpesak dan Bendahara James Arthur Kojongian.

Pasca dibukanya pendaftaran di Sekretariat DPD II Partai Golkar Manado, Kamis (14/11), Negeri Wenang sejenak riuh ramai. Paling mencolok iring-iringan Jimmy Rimba Rogi. Massa militan di kubu Imba sapaan akrabnya, terpantau sangat banyak. Ini membuat kemacetan tak terhindari. Utamanya di bilangan jalan Pumorow, Teling,  karena pendukungnya mengawal dalam bentuk konvoi. Pun begitu, Mantan Kepala Kepolisian Resort Manado, Rio P Mandagi (RPM) menjadi yang pertama datang mendaftar. Baru kemudian eks Walikota Manado, Jimmy Imba Rogi dan terakhir Martin Daniel Tumbelaka (MDT). Ketika diwawancarai wartawan usai melakukan pendaftaran, Imba menegaskan tekadnya.

“Karena kemarin kan saya gagal, dengan ada aturan mungkin yang kena PB (Pembebasan Bersyarat) tapi kali ini kan sudah tidak ada halangan lagi. Semua sudah selesai.  Jadi tentu saya pertama memetakan kekuatan dulu. Apa masih disukai masyarakat atau tidak. Begitu survei, ternyata saya masih disukai masyarakat. Karena  masyarakat masih suka sama saya walaupun saya mantan narapidana, jadi dengan kerinduan masyarakat itu, saya langsung menyatakan diri untuk maju sebagai Walikota Manado,” terang Panglima Imba seraya menegaskan dirinya adalah kader Golkar.

 

Jalan koalisi menurutnya perlu dilalui. Itu karena Golkar hanya 5 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado. Meski begitu, dirinya optimis. Ketika ia melakukan survei sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak), ternyata elektabilitasnya sementara di atas. “Sesuai survei saat ini saya sudah di atas. Survei saya Denny JA LSI (Lembaga Survei Indonesia). Kalau soal berapa persen itu rahasia. Tapi ini karena aturan partai, juklaknya ada, jadi saya mendaftar. Dan Partai Golkar tentu berhak membuka pendaftaran siapa saya. Siapa tahu ada orang punya survei lebih tinggi dari saya. Saya tidak tahu. Tapi kita tentu perlu koalisi untuk bisa sampai 20 persen. Tentu kita mencari pasangan,” jelasnya.

Soal upaya untuk mendaftar ke partai lain, dirinya masih akan melihat dinamikanya seperti apa. Kalau pun akan melakukan pendaftaran, dirinya bakal mengikuti kata hati nuraninya. “Saya rasa cocok, saya akan mendaftar. Pastinya saya akan mendaftar di partai-partai yang membuka diri buat saya. Saya kalau dengan PAN (Partai Amanat Nasional) dulu kan sudah pernah berpasangan. Dengan  Bobby Daud. Dan persahabatan saya dengan pak Bobby Daud, termasuk  Ketua PAN Provinsi pak Sehan Landjar, baik juga. Jadi kita ada lobi-lobi sampai sekarang,” jelasnya.

 

PANGLIMA BUKA DIRI UNTUK PDIP

Tak hanya Partai Golkar dan PAN, Imba pula terbuka bila didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Komunikasi politik dengan Ketua DPD Olly Dondokambey, disebutnya sempat tercipta.

Imba mengakui sudah bertemu Olly bahkan menawarkan diri sendiri diusung PDIP. Bila Banteng Sulut merestui, ia pun beri sinyal positif. “Kalau beliau (Olly, red) mau dengan saya, saya sangat berterima kasih juga. Namanya partai besar kalau mereka suka pa torang, torang lebe suka,” tuturnya.

Meski begitu, Imba tak menepis ada mekanisme tersendiri yang perlu dilalui di PDIP. Pastinya, ia secara pribadi telah bertemu dengan Olly.  “Kalau dorang pangge pa kita, torang pigi, tapi kalau dorang nda pangge torang kan malo begitu,” tuturnya.

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada kepastian dan semuanya masih dalam tahap lobi politik. Upaya tersebut tentunya bukan hanya ke PAN atau PDIP, melainkan dengan partai lainnya. “Kalau Golkar waktu buka puasa, Ketua Golkar ibu Tetty sudah sampaikan saya calon dari Golkar. Hanya saja kan ada juklak jadi kita ikut juklak mendaftar. Dan kalau Partai Golkar, sedang bukan partai Golkar dukung pa kita apalagi partai Golkar,” kuncinya.

 

MDT MINTA RESTU GOLKAR

Berlalunya Imba, diganti kedatangan Martin Daniel Tumbelaka (MDT). Promoter tinju sekaligus pengusaha muda ini, menutup babak awal pendaftaran di Sekretariat DPD II Golkar Manado, kemarin. Plus dirinya memohon dukungan pihak Beringin.

Antusias MDT mendaftar ke Golkar disebutnya sangat tinggi. Nama Beringin yang besar di kancah politik nasional jadi salah satu pertimbangan. “Sudah tentu jadi suatu kebanggaan dan harapan saya bisa bersama-sama dengan Partai Golkar untuk memajukan Kota Manado ke depan. Saya maju sebagai calon Walikota Manado. Harapannya bisa jadi calon Partai Golkar sendiri,” tuturnya.

Dengan pendaftaran tersebut dirinya memastikan akan masuk deretan tahapan dari Partai Golkar ke depannya. Selanjutnya, karena Golkar hanya punya 5 kursi di DPRD maka ia akan mengikuti tahapan penjaringan partai-partai lain yang akan dibuka. “Kemarin sudah mendaftar di PSI (Partai Solidaritas Indonesia), dan mungkin dalam waktu dekat Partai Gerindra juga sudah membuka pendaftaran. Saya juga akan mendaftar ke Gerindra. Partai manapun yang buka saya akan mendaftar,” terangnya.

 

PENGURUS APRESIASI PENDAFTAR

Pilihan ketiga figur tersebut untuk mendaftar di Partai Golkar memantik apresiasi. Rasa terima kasih disampaikan pengurus DPD I Sulut maupun DPD II Manado. Itu karena mereka telah memilih Beringin sebagai kendaraan di Pilwako Manado.

Ketua DPD II Golkar Kota Manado, Denny Sondakh menyampaikan, pendaftaran berakhir, Sabtu (16/11) besok. Pihaknya tetap menerima tiap calon yang datang membawa lamaran ke partainya. Nanti akan dilihat lewat survei partai, sekaligus berkoordinasi dengan DPD I Partai Golkar Sulut. Ia mengapresiasi kepada tiga calon yang sudah membawa kelengkapannya. "Semuanya resmi mengisi formulir sebagai bakal calon Walikota Manado. Kami memberi apresiasi untuk itu sambil menunggu mekanisme partai selanjutnya," ungkapnya.

Langkah koalisi menurutnya harus dilakukan dengan berinteraksi dengan partai lain. Meskipun diakuinya telah ada partai yang telah memiliki hubungan emosional sangat kuat dengan Golkar seperti Partai Amanat Nasional (PAN). Hubungan PAN dan Golkar telah terbukti dari jauh sebelumnya. “Untuk wakil walikota kita sama-sama jalan pendaftarannya. Mekanisme baku yang ada, kita membuka proses pencalonan melalui pendaftaran baik walikota maupun wakil walikota. Nanti ada mekanisme selanjutnya, tahapan dari partai.  Mungkin salah satunya survei,” pungkasnya.

Walaupun Imba sudah melakukan survei, pihak partai pula mempunyai survei sendiri. Akan tetapi, survei Imba bisa menjadi parameter dasar dari Partai Golkar untuk memberikan ukuran. “Mudah-mudahan survei pak Imba ini, begitu juga ketika masuk ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Nah, ke DPP kita tidak tahu akan seperti apa. Saya rasa itu akan punya nilai plus baik pak Imba sendiri maupun partai Golkar,” jelasnya yang menerima pelamaran didampingi Sekretaris Adolf Mamengko, Bendahara Piter Limen dan jajaran pengurus Partai Golkar Manado.

Bendahara DPD I Partai Golkar Sulut, James Arthur Kojongian ST MM ketika dikonfirmasi menjelaskan, ada beberapa mekanisme yang harus dilalui setiap calon kepala daerah yang mendaftar di Partai Golkar. Pastinya, tanggal 11 hingga 16 November telah membuka pendaftaran Calon Kepala Daerah di seluruh kabupaten kota yang ada di Sulut. “Untuk Partai Golkar sendiri punya tahapan yang harus dilalui. Dimana setelah tahapan di tingkat Kabupaten Kota selesai, akan ada fit n proper test di tingkat DPD I Provinsi dan kemudian akan dikirim ke DPP untuk diserver," ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut dari fraksi Golkar ini.

Dirinya juga sangat mengapresiasi kader dan para tokoh yang mendaftar di Partai Golkar. Itu tandanya Golkar masih dipercaya dan mempunyai tempat di hati masyarakat. "Saya ucapkan Come Back to Panglima di Partai Golkar, dan terima kasih kepada para tokoh baik kader partai Golkar maupun tokoh di luar Partai Golkar yang sudah mendaftar. Partai Golkar terbuka untuk siapa saja yang ingin mendaftar, baik kader partai maupun luar partai," ucap JAK sapaan akrab Kojongian. (arfin/devy/servi)

 


Komentar