Incar Sulut Tuan Rumah KTT G20, Gubernur Olly Mohon Dukungan Doa


HASRAT Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey untuk menjadikan Bumi Nyiur Melambai sebagai tuan dan nyonya rumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di tahun 2023 mendatang tak sekedar retorika.

Beragam upaya dan terobosan getol dilakukan Olly untuk mewujudkan impiannya. Kali ini, orang nomor satu di Sulut itu memohon dukungan doa dari para tokoh agama, khususnya kepada Pendeta Emeritus Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Permintaan itu dilayangkan Olly kala menghadiri Ibadah Perayaan Pra Natal Yesus Kristus Pendeta Emeritus GMIM yang digelar Di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis (5/12) kemarin.

Olly meminta dukungan doa agar Sulut dapat dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan KTT G20 pada tahun 2023 mendatang. Maklum, hajatan iven yang menghadirkan 20 pemimpin negara dunia beserta pejabat tinggi lainnya, itu sangat krusial.

Kehadiran negara-negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia itu dinilai bisa berdampak positif bagi perekonomian bangsa, teristimewa Sulut, bila menjadi tuan rumah.

Mengingat hajatan KTT G20 tahun 2023 akan diselenggarakan di Indonesia. “Saya minta topangan doa agar pertemuan negara-negara G20 di tahun 2023 bisa dilaksanakan di Sulut. Karena tahun 2023 pertemuan itu akan digelar di Indonesia,” pinta Olly.

Lanjut, saat ini ada dua daerah yang berpeluang menjadi calon tuan rumah. Yakni Sulut dan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Terpilihnya Sulut menjadi salah satu calon lokasi pelaksanaan karena keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Sulut yang terjaga dengan baik.

“Jadi ada dua tempat yang akan dipilih Pak Presiden. Sulut atau Labuan Bajo. Kita berdoa supaya jatuh di Sulut. Karena itu akan berdampak baik bagi ekonomi kita,” paparnya.

Ia pun mengajak seluruh warga GMIM untuk selalu bersatu dalam mendukung pembangunan Sulut kedepan. “Kita lepaskan ego kita masing-masing. Kita bangun Sulut menjadi lebih hebat ke depan. Agar umat, jemaat dan masyarakat bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dan harapkan kedepan,” ujar Olly lagi.

Tak hanya itu Olly mengaku sangat bersyukur dapat merayakan pra Natal bersama seluruh Pendeta Emeritus GMIM. Ibadah dipimpin Khadim Pdt Joice Umboh Sondakh dan dihadiri Ketua Pengurus Rukun Pendeta Emeritus GMIM Pdt Marthen Luther Rindengan, para Pendeta Emiritus GMIM serta para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.

Diketahui, anggota G20 terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Uni Eropa.

Negara-negara tersebut merepresentasikan 85 persen PDB global dan dua pertiga populasi dunia. Karena itu, isu ekonomi menjadi primadona dalam pertemuan tersebut.

Karenanya, KTT G20 menjadi penting bagi Indonesia. Selain bisa meningkatkan pengaruh di mata internasional, forum G20 juga membuat Indonesia bisa berkontribusi lebih dalam menata struktur finansial global.

Sebagai negara anggota G20, Indonesia dinilai memiliki kesempatan lebih baik dari negara berkembang lainnya untuk mengatasi masalah keuangan global. KTT G20 ke-14 sendiri telah digelar di Osaka Jepang pada Bulan Juni 2019 lalu.(sonny dinar)


Komentar