Mayulu ‘Turun Tahta’


MAPATU Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) segera bergeser. Sekira dua tahun lebih dipegang Herson Mayulu, namun kursi panas orang nomor satu di Bolsel itu nekat ditinggalkan. Sosok bupati merakyat ini memilih berkarir di pentas politik nasional. Kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diincar.

 

Manuver Mayulu itu sempat membuat publik Nyiur Melambai khususnya wilayah di ujung selatan Bumi Totabuan terkejut. Sebab, periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati (Wabup) Iskandar Kamaru, baru setengah jalan. Keputusan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melepas tahta Bolsel, dianggap menggemparkan.

 

Informasi yang dirangkum media ini, jabatan Bupati Bolsel resmi dilepas Mayulu pada 20 September. Hal itu diakui Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey melalui Kepala Biro (Karo) Pemerintahan dan Humas Sekretariat Daerah (Setda), Jemmy Kumendong.

 

"Dan mungkin akan ditunjuk Plt (pelaksana tugas) untuk beberapa hari. Tapi otomatis yang akan jadi Plt adalah wakilnya (Iskandar Kamaru)," terang Kumendong, kepada Media Sulut di ruang kerjanya, Selasa (18/9) kemarin.

 

Tambah Kumendong, setelah berstatus Plt, nantinya Kamaru didefintifkan sebagai Bupati dan akan dilantik melalui sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolsel. "Setelah itu akan ada mekanisme menggantikan posisi Wakil Bupati di Bolsel," terangnya.

 

"Hal itu berlaku juga bagi pejabat-pejabat yang mundur dan sebenarnya yang mengajukan diri itu adalah Wakil Bolmut dan kemudian Bupatinya. Wakil Bupati Sitaro, tapi karena akhir masa jabatannya itu tanggal 8 September dan Bolmut tanggal 5 September jadi  otomatis berhenti. Kalau untuk Bolsel sebenarnya lain karena (Mayulu, red) masih 2 tahun setengah dan mungkin dia satu-satunya di Indonesia, Bupati yang berani maju sebagai Bacaleg kemudian meninggalkan jabatan padahal masa jabatannya masih panjang," lugas Kumendong.(sonny dinar)


Komentar