Cuaca Ekstrem, Sulut Waspada


Manado, MS

Nyiur Melambai kembali berduka. Awal tahun, bencana banjir bandang terjang tiga kampung di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tiga warga meninggal dunia serta puluhan warga diungsikan.

Situasi mengkhawatirkan itu bukan hanya dirasakan masyarakat kepulauan. Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, ikut menyulut rasa panik warga di berbagai tempat termasuk Kota Manado, Tomohon dan Bolaang Mongondow. Letak geografis wilayah-wilayah tersebut ditengarai jadi pemicu.

Menyikapi masalah ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bereaksi. ‘Sirene’ kewaspadaan dibunyikan. BPBD berjanji akan bergerak cepat mengatasi masalah tersebut.

Demikian Kepala BPBD Sulut, Joi Oroh. Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. “Imbauan untuk kita agar waspada terutama di daerah-daerah pertama yang rawan longsor, kedua daerah-daerah bantaran sungai apalagi daerah-daerah yang sudah pernah mengalami genangan air seperti kemarin,” terangnya, akhir pekan lalu.

Di samping itu juga kendala seperti pohon tumbang serta masyarakat yang rumahnya terendam banjir telah dilakukan evakuasi. Oroh juga mengatakan, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw menginstruksikan pihaknya untuk bergerak cepat dalam tanggap bencana, termasuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

Sebagai informasi posko bencana terdapat di Kantor BPBD Sulut. Apabila masyarakat Sulut membutuhkan informasi terkait evakuasi akibat bencana dapat menghubungi kontak person Kepala BPBD Joi Oroh di nomor 0813-5552-6955.

Diketahui sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (3/1), menerjang tiga desa di Sangihe yaitu Desa Lebo di Kecamatan Manganitu, Desa Belengang di Kecamatan Manganitu dan Desa Ulung Peliung di Kecamatan Tamako. Banjir telah menghanyutkan sejumlah rumah warga dan sedikitnya menelan 3 korban jiwa. Sementara 6 orang dirawat di rumah sakit Tahuna. Korban yang mengungsi sebanyak 80 orang ditempatkan di rumah penduduk dan gedung gereja.

Adapun bantuan yang telah disalurkan melalui Pelabuhan Manado ke Sangihe sejak terjadinya bencana hingga sekarang ini berupa selimut, kasur/matras, tikar plastik, beras, mie instant, ikan kaleng, biskuit, makanan bayi dan air mineral. Selain Pemprov Sulut, bantuan juga mengalir dari pemerintah daerah di Sulut, pihak swasta dan lembaga lainnya.(sonny dinar)


Komentar