CPNS Pemprov Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan dan Teknik


Manado, MS

 

Pintu masuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) segera terbuka. Tubuh birokrat provinsi secara khusus akan menerima sebanyak 417 orang. Bidang pendidikan, kesehatan dan teknik bakal diutamakan.

 

Tiga sektor untuk prioritas penerimaan itu dipertegas, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, Femmy Suluh. "Terdiri dari tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan tenaga teknis," ujar Femmy di Kantor Badan Kepegaiwan Darerah (BKD), Rabu (19/9) kemarin.

 

Suluh menyampaikan, slot CPNS bagi tenaga kependidikan khusus guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 325 orang. Kemudian tenaga kesehatan sebanyak 54 orang dan tenaga teknis 38 orang. Dari jumlah tersebut, Pemprov Sulut akan menerima lulusan S1, D4 dan D3.

 

Proses rekrutmen CPNS Pemprov Sulut dilakukan terpusat oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. "Seleksi dilaksanakan secara online, pakai Computer Assisted Test (CAT) dan semua soal. Semua sarana prasarana disiapkan oleh BKN. Pemerintah daerah yang melakukan verifikasi administrasinya," kata Femmy.

 

Adapun persyaratan umum pendaftaran CPNS, pertama, Warga Negara Indonesia (WNI) berkelakuan baik. Memiliki kualifikasi pendidikan (jenjang dan jurusan) sesuai dengan persyaratan jabatan yang dibutuhkan. Kedua, pelamar berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi, 35 tahun 0 bulan 0 hari per 31 Desember 2018 untuk pelamar D3/D4/S1, 40 tahun 0 bulan 0 hari per 31 Desember 2018 untuk pelamar Dokter Spesialis.

 

"Ketiga, pelamar tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap atau kasus narkoba. Keempat, pelamar tidak pernah diberhentikan dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS/Anggota TNI/Polri,” tuturnya.

 

Syarat kelima, pelamar tidak menjadi anggota atau pengurus partai atau terlibat politik praktis. Enam,  pelamar sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar dan tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya.

 

"Pelamar bersedia ditempatkan di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah. Calon pelamar hanya boleh mendaftar pada satu instansi/daerah dalam satu periode/iven pelaksanaan seleksi," bebernya.

 

Selain itu, IPK minimal 2,75 dari Perguruan Tinggi Negeri yang terakreditasi di wilayah Provinsi Sulut. "IPK minimal 3,25 dari Perguruan Tinggi Negeri yang terakreditasi di luar wilayah provinsi. Persyaratan lain sesuai dengan kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian," pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, setiap WNI mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi seorang PNS, sesuai Pasal 23 Ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017.

 

Terkait pembukaan penerimaan melalui situs Sistem seleksi CPNS Nasional (SSCN), Ridwan menjelaskan, rekrutmen CPNS akan dicantumkan di laman sscn.bkn.go.id pada, Rabu (19/9) sore. Meski begitu, tambah Ridwan, pendaftaran CPNS 2018 sendiri rencananya akan dibuka 26 September 2018. "Pendaftaran CPNS 2018, Insya Allah, dimulai akhir September ini," beber Ridwan. (sonny dinar)


Komentar