WISMAN MENURUN, OLLY LIRIK WISNU


Manado, MS

Badai virus corona telah menghantam dunia pariwisata Indonesia. Bumi nyiur melambai ikut merasakan pukulan itu. Namun kondisi itu tak membuat pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) ‘patah arang’. Semangat untuk membuat sektor unggulan ini bergeliat tetap diperagakan Gubernur Olly Dondokambey.

Fakta di lapangan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) anjlok pasca virus corona merebak di dataran China. Gubernur Olly tidak ‘down’. Daya kreativitas dan inovasi dipacu untuk menghasilkan ide agar sektor pariwisata di Sulut tetap bergairah.

Hal itu diungkap Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw saat berkunjung ke perkebunan Modoinding dan Danau Mooat akhir pekan lalu. Kandouw mengungkapkan bagimana perjuangan dan komitmen Gubernur Olly yang berpikir keras untuk kesejahteraan rakyat.

“Pak Gubernur melobi pemerintah pusat untuk mencari cara agar pariwisata Sulut yang anjlok karena kunjungan turis China dihentikan sementara, tidak anjlok jauh.

Saat ini Pak Gubernur akan fokus menggarap wisnu (wisatawan nusantara) ke Sulut,” beber Kandouw.

“Pemerintah pusat dalam penyampaian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam jumpa pers di Istana Negara Jakarta, Kamis (6/2) lalu, mengumumkan kabar bagus. Yaitu, mulai pekan depan, tarif tiket pesawat dari semua jurusan ke Manado akan diberi diskon hingga 50 persen,” katanya.

Selain Manado, Bali dan Bintan juga ikut diberikan insentif pemerintah seperti itu. “Bali diskon 25 persen. Bintan 15 persen,” jelas Kandouw.

Di momen itu, Wagub menyampaikan pesan Gubernur Olly, agar semua masyarakat di Sulut bersama terus mendoakan agar sektor pariwisata khususnya, akan terus maju dan bermanfaat bagi semua daerah. Duet kepemimpinan ‘OD-SK’ menegaskan tetap akan berjuang untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Minsel dan Bolmong Raya akan terus dikembangkan oleh Gubernur dan saya, dengan bersinergi bersama pemerintah kabupaten dan kota,” tambah Kandouw.

 

 

PEMERINTAH PUSAT ‘LINDUNGI’ SULUT

Gejolak penurunan kunjungan turis asal China di beberapa destinasi pariwisata unggulan tanah air, disikapi pemerintah pusat. Sulut ikut menuai perhatian khusus. Pemerintah pun secara resmi telah mendorong pihak maskapai memberikan diskon bagi penerbangan ke sejumlah daerah, termasuk Sulut.

Langkah pemerintah ini bertujuan untuk kembali mendongkrak jumlah wisatawan yang dipastikan turun, imbas merebaknya wabah virus corona. Selain bumi nyiur melambai, pemerintah berharap, pemberlakuan diskon dari maskapai juga diberikan untuk penerbangan ke Bali dan Bintan.

"Ini sudah disampaikan oleh Menhub tadi. Karena tiga daerah wisata itu relatif ada penurunan," jelas Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dalam konferensi pers usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait pembentukan pusat informasi dan komunikasi penanganan dampak virus corona di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perhubungan (Menhub) Adita Irawati mengakui, kementeriannya telah bicara dengan maskapai. Dia diskon khusus itu bisa segera berlaku. Terkait besaran diskon khusus itu, dikembalikan pada kebijakan maskapai masing-masing. "Kemenhub memberi instruksi, aplikasinya nanti maskapai akan melakukan sendiri-sendiri agar pariwisata kita tetap bisa bergerak," terangnya.

Adita mengklaim perusahaan penerbangan memahami keinginan pemerintah ini. Namun mereka masih menghitung berapa besaran diskon yang akan diberikan.

Terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menuturkan, instruksi pemberian diskon itu salah satu upaya untuk menjaga industri pariwisata. Ia mengatakan industri pariwisata di Bali, Sulut, Bintan, dan Batam sudah merasakan dampak negatif dari penyebaran virus corona itu.

"Kita juga akan meningkatkan MICE di berbagai macam tempat untuk mengupayakan, meningkatkan MICE dengan signifikan. Tapi apakah bisa cover atau tidak (kehilangan pemasukan) sekarang sangat sulit karena kami belum tahu sampai kapan wabah virus corona ini," tuturnya.

 

SEKTOR PARIWISATA TERSUDUT

Industri pariwisata Indonesia menukik. Wabah virus corona jadi pemantik. Kunjungan wisatawan asing dari China ke pelbagai destinasi merosot hingga nol persen.

Itu dibenarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Dipastikan, dampak mewabahnya virus corona telah memukul industri pariwisata.  "Dampak virus corona ke pariwisata sudah luar biasa. Bali, Bintan, Manado enggak ada turis China sama sekali. Dampaknya very very bad," ujar Luhut di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/2).

Kondisi yang sama telah terjadi Malaysia dan Singapura. Di Singapura, kunjungan turis asing merosot hingga 50 persen. Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara yang menukik tajam ini disebabkan oleh besarnya porsi kunjungan turis China ke Indonesia dan Singapura. Di Indonesia, wisatawan mancanegara dari China menempati posisi lima besar kunjungan terbanyak.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, kunjungan turis China ke Indonesia pada Desember 2019 mencapai 143.063 orang. Sedangkan realisasi kunjungan turis China pada November sebelumnya hanya 124.848 orang.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memprediksi virus corona akan mempengaruhi sektor pariwisata Tanah Air. Itu karena kontribusi turis China mencapai sekitar 12 persen pada 2019. "Kalau kita lihat ada larangan kunjungan dari Pemerintah China untuk bepergian ke negara lain dan ada juga larangan dari Indonesia, pasti nanti akan berdampak. Kalau ada larangan, pasti berpengaruh," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (3/2).

Menurut Suhariyanto, data BPS pada 2019 menunjukkan, jumlah kedatangan turis China ke Indonesia mencapai 12 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 16,11 juta kunjungan. Dengan demikian, artinya terdapat 2 juta kunjungan turis China ke Indonesia sepanjang tahun lalu. Angka ini pun sebenarnya sudah turun tipis dari 2,1 juta kunjungan pada 2018. "Jadi 12 persen itu kan se-perdelapannya dari 16,11 juta. Pasti akan berpengaruh," Suhariyanto memprediksi.

Diketahui, turis China mendominasi jumlah kunjungan wisata di Indonesia, seperti di Sulut. BPS Provinsi Sulut mencatat secara kumulatif kunjungan wisman ke Sulut sebanyak 129.587 orang pada Januari 2019 hingga Desember 2019. Itu didominasi wisatawan dari China.

 

KADIN BERSIKAP

Sejak adanya wabah virus corona, pengusaha di bidang pariwisata aktif mengusulkan sejumlah kebijakan kepada pemerintah. Usulan ini disampaikan untuk menghadapi potensi penurunan 2 juta turis China yang berkunjung ke Indonesia.

“Dua hari lalu kami audiensi dengan Kementerian Pariwisata,” aku Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Pariwisata, Kosmian Pudjiadi, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/2).

Saat ini, korban tewas akibat virus corona yang bersumber dari China terus meningkat menjadi 564 orang. Sementara, jumlah orang yang terjangkit virus corona mendekati 28 ribu kasus di seluruh dunia. Atas situasi ini, Kementerian Perhubungan pun resmi menutup sementara penerbangan Indonesia-China.

Dalam pertemuan dengan Kementerian Pariwisata, sejumlah usulan disampaikan. Pertama, KADIN mengusulkan pemerintah mensubsidi paket perjalanan turis dari negara lain ke Indonesia.  Skema ini, kata dia, sudah dilakukan negara lain seperti Thailand. “Itu sebabnya tiket Australia ke Bangkok, kadang lebih murah dari Australia ke Bali, itu karena disubsidi,” ungkap Kosmian.

Menurut dia, tahun lalu turis asing yang datang ke Thailand mencapai 38 juta. Sedangkan Indonesia, hanya menyerap 16 juta turis.

Para pengusaha pariwisata, sebenarnya sudah siap untuk membantu pemerintah dengan menarik sebagian dari turis yang datang ke Thailand ini. Kosmian menjelaskan, pengusaha bisa menawarkan para turis di sana, untuk meneruskan perjalanan ke Indonesia. “Eh, kenapa tidak lanjut 4 hari ke Indonesia,” kata dia.

Pengusaha pun siap menerbitkan paket wisata tertentu sehingga para turis di Thailand, bisa lanjut ke Indonesia. Upaya ini sebenarnya sudah pernah dimulai, namun selalu gagal karena tidak ada dukungan subsidi dari pemerintah. “Jadi ini yang kami usulkan, pemerintah harus berpikir out of the box,” ujar Kosmian.

Kedua, Kadin mengusulkan agar pemerintah menggenjot pariwisata domestik. Salah satunya dengan semakin melibatkan pengusaha dalam setiap government meeting atau acara dinas. Selama ini, pemerintah lebih sering menentukan sendiri lokasi acara dinas.

Padahal, pengusaha lebih tahu, daerah mana yang sudah terlalu sering dijadikan lokasi, mana yang jarang. Dengan cara itu, maka persebaran lokasi government meeting bisa lebih merata.

 

JOKOWI: MANFAATKAN PELUANG EKSPOR-PARIWISATA

China sebagai negara pengekspor terbesar di dunia tengah dilanda teror virus corona. Presiden Jokowi pun menilai adanya peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor yang sebelumnya dikuasai China.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka ratas bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2). Jokowi mulanya meminta jajarannya mengantisipasi dampak virus corona dan dampak perlambatan ekonomi di China.

"Terkait dengan sektor perdagangan, kita tahu RRT (Republik Rakyat Tiongkok) merupakan tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar 16,6% dari total ekspor Indonesia, sangat besar. Tapi juga sekaligus negara asal impor terbesar Indonesia. Karena itu betul-betul harus diantisipasi dampak dari virus corona dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita," ungkap Jokowi.

Dia kemudian mengatakan adanya peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor yang ditinggalkan China. Mengingat negara ini merupakan negara pengekspor terbesar. "Dan saya kira di sini ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara-negara lain yang sebelumnya banyak mengimpor produk yang sama dari RRT," nilainya.

Jokowi juga menilai dampak virus corona ini bisa menjadi momentum bagi industri dalam negeri. Industri dalam negeri dapat meningkatkan produksinya untuk menggantikan produk-produk yang sebelumnya bergantung pada impor China. "Saya juga melihat hal ini memberikan momentum bagi industri substitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok," ucap Jokowi.

Sementara itu, untuk sektor pariwisata, Jokowi meminta langkah-langkah kontingensi untuk disiapkan. Dia juga meminta jajarannya menyasar ceruk pasar wisatawan mancanegara yang batal mengunjungi China karena virus corona. "Terakhir, dari sektor pariwisata, saya minta disiapkan langkah-langkah kontingensi, terutama untuk Bali dan Sulut, dua daerah yang selama ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari RRT. Dan dalam jangka pendek juga saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisman yang sedang cari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke RRT," tutup Jokowi. (sonny dinar/tempo/detik)


Komentar