Garda NKRI Minahasa Gelar Dialog Redam Radikalis


Manado, MS

Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang berperan aktif dalam mengawal proses perjalanan bangsa, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Garda NKRI  Minahasa menggelar dialog publik. Mengangkat tema ‘Meredam Radikalisasi di Tahun Politik Menuju 2019’ diskusi terbuka tersebut dilaksanakan di salah satu Hotel Manado dan menghadirkan pembicara berkompeten.

Mahyudin Damis Akademisi Unsrat mengatakan, radikal itu kata yang biasa dipakai dalam dunia pendidikan, jadi radikalisasi sebenarnya dalam pandangan dunia pendidikan pun sangat diperlukan. Kata dia, pada dasarnya kata radikal memiliki makna positif tetapi karena ditambahkan dengan Radikalisme sehingga maknanya berubah. “Saya coba memulai dengan Ormas keagamaan NU contohnya, ada paham Islam Nusantara yang digaungkan saat ini walau banyak yang tidak sepakat dengan dalih paham agama tidak boleh ditambah embel-embel di belakangnya. Dari sini saya melihat ada usaha dari NU untuk mencoba menangkal paham radikal islam yang terlalu kanan.

Namun memang harus diakui, radikalisme di Indonesia ini sangat dikenal cukup ekstrim," jelasnya.

Sementara itu, Chris Sekjend Milisi Waraney menuturkan, peran budaya sangat penting dalam meredam isu-isu radikalisme, sebab terkandung di dalamnya nilai-nilai kearifan lokal yang fungsinya dapat menyatukan masyarakat. “Untuk itu, radikalisasi di tahun politik ini dapat diredam dengan cara dan nilai budaya yang kita miliki terutama di Sulawesi Utara. Ada banyak contoh upaya untuk memecah belah kerukunan yang ada di daerah ini,  namun karena budaya orang Sulut itu sendiri pada akhirnya prediksi terhadap kekhawatiran tersebut tidak terbukti," ungkapnya.

Ketua DPC Garda NKRI Minahasa Frankie Tumimomor mengungkapkan, sedari awal cita-cita organisasi ini didirikan untuk mengawal keharmonisan di lapisan masyarakat. Sehingga itu perlu terjalin kesepakatan semua elemen di Sulut untuk menjaga dan merawat kebhinekaan yang sudah ada. “Kita hadang bersama yang namanya radikalisme menyusup ke daerah ini. Sama-sama kita bergandengan tangan menolak segala bentuk upaya untuk merongrong negara kesatuan ini," terangnya.(red)


Komentar