Genjot Pariwisata, ODSK Perkuat Pasar Domestik

Boyong Turis Australia, Jepang dan Korea


Laporan : SONNY DINAR

 

Terobosan di sektor pariwisata terus dilakukan duet top eksekutif Nyiur Melambai, Olly Dondokambey - Steven Kandouw (ODSK). Branding Sulawesi Utara (Sulut) sebagai daerah destinasi wisata aman dan menyenangkan makin digenjot. Sederet langkah strategis ditempuh. Manuver penguatan pasar domestik hingga strategi memboyong turis non Tiongkok ke Sulut jadi prioritas.

 

Strategi itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) Dinas Pariwisata (Dispar) Sulut yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw, Selasa (11/2) kemarin. “Pak Gubernur menugaskan saya memimpin pertemuan hari ini sekaligus mengajak kita semua semakin fokus pelaksanaan program yang outputnya adalah penguatan branding Sulut sebagai destinasi wisata menyenangkan dan aman. Sekaligus membawa turis kian banyak ke Sulut baik domestik maupun asing,” papar Kandouw.

Ada tiga hal utama yang menjadi penekanan Gubernur Olly melalui penyampaian Wagub Kandouw. Pertama soal penguatan pasar domestik ke Sulut yang harus disinergikan dengan pengelolaan destinasi wisata di kabupaten dan kota di Sulut.

"Sebab turis domestik akan suka menjelajah banyak obyek wisata di kabupaten dan kota. Sehingga akan banyak atraksi objek wisata di daerah bisa lebih dihidupkan," paparnya.

Wagub mencontohkan hasil peninjauannya ke Modoinding di Minsel dan Danau Mooat di Boltim. “Ini dua destinasi bagus tapi belum diperhatikan. Nah ayo kelola destinasi ini dan ajak asosiasi industri wisata ikut jualan paket di sana,” ucap Kandouw.

Dalam konteks itu, diingatkan pula agar Dispar Sulut serius dan fokus menata obyek wisata milik Pemprov seperti Gunung Tumpa di Tongkeina Manado, Bukit Kasih di Kawangkoan, Fesbudaton di Paleloan Tondano dan Sumari Endo di Remboken Minahasa.

Kemudian terhadap pengelolaan destinasi itu, Wagub meminta agar keterlibatan asosiasi industri wisata Sulut harus dilibatkan. “Mereka menjual paket wisata di destinasi yang ada. Sehingga saat turis tiba, dengan sendirinya pasar wisata sudah tercipta dan manfaatnya akan dirasakan masyarakat lokal. Tapi target turis domestik dengan aneka paket wisata yang disiapkan harus yang anti mainstream. Artinya paket wisata yang tidak standar Namun membidik komunitas tertentu, yang potensial dalam spending money,” ungkap Kandouw.

Faktor ketiga yang tak kalah pentingnya yaitu repositioning pasar wisata turis asing yang saat ini terus dilakukan Pak Gubernur harus didukung tim Dispar, yakni, menggarap sejumlah destinasi negara non Tiongkok. “Misalnya Australia, Jepang, Korea. Selain pasar Eropa dan Amerika,” imbuhnya.

Rapat ini dihadiri Kepala Dispar Sulut Henry Kaitjily, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Daniel Mewengkang dan Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel.(***)


Komentar