4 Tahun Memimpin Sulut, OD-SK Bersyukur


LAPORAN: Sonny Dinar

 

Prestasi gemilang digapai Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw (OD-SK). Selang 4 tahun kepemimpinan, perubahan besar terjadi di Sulawesi Utara (Sulut). Pasangan hebat ini bersyukur.

 

Ungkapan tersebut terurai dalam ibadah syukur peringatan 4 tahun kepemimpinan keduanya, di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (12/2) kemarin yang berlangsung khidmat. Ibadah dipimpin Pdt ML Rindengan ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, seluruh Kepala Perangkat Daerah (PD), ASN dan THL di lingkup Pemprov Sulut.

 

Gubernur Olly dalam sambutannya mengatakan, empat tahun kepemimpinan OD-SK di Sulut, merupakan kasih dan berkat Tuhan yang perlu dijawab dengan kerja dan karya yang semakin paripurna. “Sudah tahun keempat OD-SK memimpin. Sebagai orang yang percaya apa yang kita buat harus kita syukuri terus agar Tuhan selalu menyertai,” kata Olly.

 

Olly menuturkan, kepemimpinan Daud yang disampaikan sebelumnya dalam materi khotbah Pdt. ML Rindengan bahwa kunci utama keberhasilan kepemimpinan adalah kebersamaan. “Bagaimana kepemimpinan itu berhasil jika kita selalu bersama. Mari bersama-sama membangun Sulut. Ini juga komitmen kami dalam menjalankan pemerintahan,” ungkap Olly.

 

Di samping itu, Olly juga berharap kepada seluruh ASN untuk bekerja giat mendukung optimalnya pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat Sulut.

 

“Seperti baterai alkaline yang memiliki daya tahan lama dan dapat digunakan terus-menerus, saya harap semuanya dapat bekerja optimal bagi masyarakat Sulut,” tandas orang nomor satu di Sulut ini.

 

Lebih lanjut, Olly menerangkan, semua pencapaian yang diperoleh hingga kini karena dukungan segenap komponen masyarakat Sulut terhadap visi dan misi Pemprov Sulut. Itu dengan ditetapkannya bersama Wagub Kandouw di awal kepemimpinan OD-SK pada tahun 2016.

 

Diketahui, visi tersebut adalah terwujudnya Sulut berdikari dalam ekonomi berdaulat dalam pemerintahan dan politik, serta berkepribadian dalam berbudaya.

 

Untuk mewujudkan visi bumi nyiur melambai itu ditopang melalui 7 misi. Pertama, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumber daya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa. Kedua, memantapkan SDM dan berdaya saing. Ketiga, mewujudkan Sulut sebagai destinasi investasi pariwisata yang berwawasan lingkungan.

 

Keempat, mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri. Kelima, memantapkan pembangunan infrastruktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan. Keenam, mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur. Terakhir yang ketujuh, mewujudkan Sulut yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

 

Terbukti, visi dan misi tersebut mampu mendorong pembangunan Sulut di berbagai sektor. Dalam kurun waktu 4 tahun kepemimpinan OD-SK, keamanan dan kerukunan di daerah senantiasa stabil. Berdasarkan hasil survei terakhir dari Kementerian Agama RI, indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sulawesi Utara berada pada peringkat ke-4 dari 34 Provinsi di Indonesia.

 

Keamanan dan kerukunan adalah modal dasar dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan sehingga harus terus dipertahankan. Di samping itu, jika dilihat secara makro, perkembangan Sulut menunjukan progres yang positif. Pertumbuhan ekonomi daerah dari tahun 2016 hingga tahun 2019 selalu berada diatas 6 persen dan juga berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Capaian yang paling signifikan yang telah mampu ODSK torehkan selama 4 tahun ini, adalah penurunan angka kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Di awal kepemimpinan OD-SK, kemiskinan di Sulut berada pada angka 8,98 persen. Sampai akhir tahun 2019, berhasil menurunkan 1 digit angka kemiskinan di daerah ini hingga mencapai 7,51 persen.

 

Penurunan angka kemiskinan telah menjadikan program ODSK mendulang sukses. Dimana program ODSK telah menerima penghargaan TOP 99 Inovasi Pemerintah Daerah serta Penghargaan Adhi Purna Prima Award, sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah se-pulau Sulawesi.

 

Terkait penghargaan, masyarakat juga patut berbangga karena buah dari upaya mengendalikan inflasi dan gejolak harga di daerah, telah turut menjadikan Sulut ditetapkan sebagai salah satu Provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pengendalian inflasi daerah.

 

"Secara year on year, Inflasi di Sulawesi Utara pada akhir tahun 2019, masih terkendali dan sesuai dengan target Provinsi dan Nasional, yakni 3 persen," ujarnya.

 

Kemudian, ODSK juga mampu meningkatkan dan mempertahankan IPM di daerah ini. Dari angka 71,05 di tahun 2016 menjadi 72,20 pada tahun 2019. Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) terus mengalami peningkatan. Terlebih Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang sudah di atas 100 persen.

 

Berkat intervensi pasar yang bersama-sama diusahakan, harga kopra saat ini naik dari Rp.5000/Kg menjadi Rp.8000/Kg. Selain itu, progres pembangunan sektor pariwisata Sulut juga patut bersyukur karena terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. "Sarana dan prasarana pendukung di sektor pariwisata harus terus dibenahi, terlebih pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia," tuturnya.

 

"OD-SK masih sangat membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara terus berjalan optimal. Mari kita terus bersinergi, kita lahirkan inovasi-inovasi konstruktif, kita hasilkan terobosan-terobosan dan lompatan-lompatan strategis untuk memacu berbagai sektor pencapaian yang ada, dan membawa Sulut semakin hebat lagi," kuncinya. (*)


Komentar