Gelombang Tinggi, Jadwal Pelayaran Menuju Sitaro Dihentikan


Tingginya gelombang laut di Perairan Sulawesi, mulai berimplikasi negatif bagi jalur transportasi menuju ke wilayah kepulauan. Terkini, ada dua jadwal pelayaran menuju ke Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), dihentikan sementara.

Contohnya, PT PLPU Majestik Kawanua. Salah satu perusahaan pelayaran yang melayani rute ke Sitaro, harus menunda jadwal keberangkatan, dengan alasan keselamatan. "Dua armada yakni Kapal Motor Pelayaran (KMP) Majestik Kawanua dan KMP Ekrespres Bahari untuk sementara terpakir di pelabuhan Manado dan Tahuna. Tidak ada yang berangkat, gelombang laut cukup tinggi," ujar Cicit, salah satu Pramugari Kapal Cepat Majestik Kawanua, Rabu (12/2).

Menurut Cicit, kebijakan ini diambil setelah melihat peringatan dini BMKG, dimana berpeluang terjadi gelombang hingga empat meter yang bisa terjadi di perairan Sitaro.

Terpisha, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror menjelaskan, sejak Rabu (12/2) hingga beberapa hari ke depan, gelombang yang akan terjadi mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Dikatakan Aror, daerah yang berpeluang terjadi gelombang tersebut ada di Laut Sulawesi Bagian Tengah dan Timur, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Bitung, Perairan Sitaro, Sangihe dan Talaud.

"Dengan kondisi ini, saya imbau agar diperhatikan soal keselamatan pelayaran. Perahu nelayan, kapal tongkang, kapal fery dan kapal ukuran besar untuk sementara dilarang melaut," ungkap Aror.(haman)


Komentar