KPU Sulut Simulasikan Syarat Dukungan Balon Perseorangan

Jalur Independen Minimal 190.415 KTP Pendukung


Laporan : ARFIN TOMPODUNG

Turbin tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) terus diputar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sosialisasi terkait berbagai tahapan pun gencar dilakukan, termasuk bakal calon (balon) yang berniat menggunakan jalur independen atau perseorangan.

Seperti terlihat pada Jumat (14/2) lalu, saat lembaga penyelenggara pesta demokrasi ini mensimulasikan penyerahan syarat dukungan untuk balon perseorangan. Simulasi itu digelar saat KPU Sulut melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Tahapan Penyerahan Dukungan Bakal Calon Perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2020. Rapat ini berlangsung di ruangan Aula Kantor KPU Sulut di Jalan Diponegoro Manado.

Adapun proses simulasi diawasi ketat Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh dan Komisioner KPU Sulut sekaligus Ketua Divisi Teknis Yessy Momongan serta Kepala Sub (Kasub) Bagian Teknis Rudi Lalonsang.

Sebelumnya, pada pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Rakor, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh dalam sambutannya menyampaikan, sosialisasi tersebut sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 16 tahun 2019. Itu terkait jadwal pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

“KPU mulai menerima dokumen dukungan calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur mulai 15 sampai 20 Februari 2020, dengan memasukkan syarat dukungan untuk calon minimal 190.415 dukungan KTP yang tersebar di 15 Kabupaten Kota se Sulut,” tutur Mewoh.

Kegiatan sosialisasi juga dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang sengketa dan pelanggaran dalam tahapan calon. Dibawakan oleh Komisioner KPU Sulut yang juga Ketua Divisi Hukum, Meidy Tinangon. Hadir pula di kegiatan ini yaitu Komisioner KPU Sulut lainnya Yessy Momongan, Lanny A Ointu dan Salman Saelangi. Kemudian Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulut, KPU kabupaten kota se-Sulut. Utusan kepolisian, jejaksaan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). (***)


Komentar