Puluhan Pelajar ‘Pesta Lem’ di Lokasi Pameran

Terjaring Operasi Satpol-PP


Manado, MS

Dunia pendidikan Bumi Nyiur Melambai kembali tercoreng. Puluhan siswa ‘disikat’ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Damkar Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Para remaja ini ditemukan sedang ‘pesta’ lem ehabon di lokasi Pameran Pembangunan dan Promosi Sulut (Sulut Fair) 2018.

 

Jumat (21/9), 73 siswa tersebut terjaring berkat operasi intelejen yang dilakukan Satpol-PP. Mereka berhasil diciduk dan diberikan pembinaan karena merokok dan menghirup bahan kimia berbahaya ini. “Setelah itu kami serahkan kepada yang berwajib,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Sulut, Steven Liow, Minggu (23/9) kemarin.

 

Liow menambahkan, selain mengamankan para siswa, Satpol PP dan Damkar Provinsi juga berhasil menangkap tujuh orang yang mabuk akibat minuman keras (miras). Satu orang pelaku pelecehan seksual serta satu grup diduga sebagai sindikat pencuri Handphone.

 

Liow menyayangkan siswa yang ditangkap petugasnya ada yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP)..

 

"Sekolah dan para orang tua harusnya bersinergi sehingga dapat mengontrol anak mereka. Semoga ini yang terakhir. Apalagi terjadi di lokasi pameran," pungkasnya.

 

Selain itu Liow menambahkan, satuannya juga fokus pada kebersihan di lokasi Pameran Pembangunan dan Promosi yang dilaksanakan di Mapanget.

 

"Kita ingin lokasi Pameran Pembangunan dan Promosi atau Sulut Fair 2018 tetap terjaga kebersihannya. Tentu, kesadaran dari masyarakat khususnya pengunjung di lokasi sangat membantu kami selaku pemerintah," harap Liow. (sonny dinar)


Komentar