Tahuna Rawan Penyeludupan Minyak Tanah Bersubsidi

Danlanal Perketat Pengawasan Pelabuhan Nusantara


Laporan : CHRISTIAN ABDUL

 

Bisnis hitam penyeludupan minyak tanah merajalela di Jazirah Utara Sulawesi. Perdagangan ilegal melalui jalur laut disinyalir marak terjadi. Fakta itu kembali terkuak saat Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna menggagalkan upaya penyeludupan sekira 2 ton minyak tanah bersubsidi, di pelabuhan Nusantara Tahuna, Sabtu (22/2).

 

Kuat dugaan, minyak tanah itu hendak diselundupkan ke Manado, melalui Kapal Motor (KM) Barcelona 1.

Pasca ditemukan, minyak yang dikemas dalam 91 galon itu langsung di bawa ke Markas Komando Lanal Tahuna.

Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Donny Aribowo membenarkanya, Minggu (23/02) kemarin. Dikatakan Aribowo, diamankannya 91 galon minyak tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya puluhan galon di dalam Kapal Barcelona.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat tekait adanya dugaan penyelundupan 91 galon minyak tanah di Kapal Barcelona, tim Second Pleet Quick Respon Lanal Tahuna langsung mengecek kebenaran informasi tersebut. Ternyata benar ditemukan adanya puluhan galon minyak tanah di Kapal Barcelona," kata Aribowo.

Dia menjelaskan, barang seludupan tersebut diduga kuat merupakan minyak tanah bersubsidi yang diperuntukkan bagi rakyat kurang mampu.

"Minyak tanah ini saya pikir adalah minyak tanah bersubsidi dari pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jadi minyak tanah di Sangihe ini masih disubsidi, dengan harga sekitaran Rp 4.000, nah kalau yang tidak bersubsidi bisa mencapai harga Rp 11.000," tegasnya.

Danlanal pun menduga, minyak sebanyak kurang lebih 2 ton tersebut, hendak diselundupkan ke Manado melalui Kapal Barcelona karena perbedaan harga jual yang signifikan. "Karena dengan jumlah sebanyak ini, dipastikan tidak mungkin dipakai untuk dipakai sendiri, pasti akan diperdagangkan secara ilegal. Atas dasar hal tersebut kita putuskan untuk diamankan ke Lanal Tahuna," bebernya.

Disinggung apakah yang akan dilakukan Lanal Tahuna setelah diamankannya minyak tanah tersebut, Danlanal menegaskan akan disimpan di Lanal Tahuna, sampai prosesnya selesai.

"Setelah kita amankan, ternyata barang-barang ini tidak bertuan alias tidak ada yang mengaku siapa pemiliknya. Untuk sementara barang-barang ini akan kita simpan di Lanal Tahuna. Nanti apabila ada pemiliknya, maka akan kita proses lebih lanjut atau mungkin akan kita serahkan ke Polres," jelas Aribowo.

"Apabila yang punya barang tidak mengaku atau tidak datang juga, maka barang-barang ini akan kita sumbangkan ke masyarakat apabila ada bencana alam atau lain-lain. Seperti untuk dapur umum atau para korban," pungkasnya.

Danlanal berjanji, kedepan pengawasan di pelabuhan akan semakin diperketat sehingga dapat menutup celah aksi penyeludupan maupun perdagangan ilegal. (***)


Komentar