Wagub: Tidak Cerdas

Kepala Disperindag ‘Kangkangi’ OD-SK


Manado, MS

Kabar miring mendera birokrasi besutan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw (OD-SK). Aksi tak loyal terhadap pimpinan terendus dilakukan salah satu pimpinan perangkat daerah.

Adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Kindangen. Kehadiran Edwin pada acara pelantikan Jemmy EE Tumimomor sebagai Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sulut periode 2020-2025 versi Eddy Ganefo di Hotel Peninsula, Jumat (21/2), picu kontroversi. Kehadiran mantan Karo Pembangunan di acara tersebut tanpa sepengetahuan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub).

Hal itu dibenarkan Gubernur Olly Dondokambey melalui Wagub Steven Kandouw, Senin (24/2) kemarin. Dia mengakui tidak tahu menahu atas kehadiran Kindangen di acara pelantikan KADIN versi Tumimomor. Kandouw pun menyayangkan kehadiran bawahannya itu tanpa sepengetahuan OD-SK, selaku pimpinannya. "Tidak ada perintah dari Gubernur dan Wagub (OD-SK)," tandas Wagub melalui pesan whatsapp.

Wagub berharap Kepala Disperindag yang belum lama dilantik ini, agar bijak dalam memilah undangan yang dikhususkan kepada Pemprov Sulut. "Mestinya yang bersangkutan bijak dan komprehensif  dalam merespon undangan," jelas dia.

Apalagi, menurut Wagub, selaku Perangkat Daerah (PD) yang berhubungan dengan pelaku industri di Sulut, Kepala Disperindag lebih mengetahui. "Dia kan stakeholder, pemangku kepentingan terkait perdagangan. Mana boleh dia tidak update soal KADIN. Menurut saya dia (Edwin Kindangen, red) tidak cerdas," tukas Kandouw.

Sebelumnya, aksi Edwin itu disorot Wakil Ketua Umum (Waketum) KADIN Sulut, Octavianus Kerap. Dia mempertanyakan kehadiran Kindangen pada pelantikan pengurus yang bukan versi Ketum Rosan Perkasa Roeslani. “Apakah itu keinginannya sendiri atau mewakili Pemprov Sulut?, karena sejak terbentuknya KADIN Indonesia  dan lewat aturan organisasi AD/ART, maka KADIN Sulut yang ada saat ini lahir dari musyawarah daerah yang sah. Untuk kepemimpinan pusat dipimpin Ketum Rosan Perkasa Roeslani dan di Sulut diketuai oleh HAG (Hangky Arther Gerungan). Jadi, kami mempertanyakan kehadiran Kepala Disperindag Sulut dalam acara musyawarah yang mengatasnamakan KADIN itu," ketus Kerap, Senin (24/2) kemarin.

"Selanjutnya, apakah kehadiran Pak Kadis yang terhormat itu sesuai dengan petunjuk atau arahan dari Gubernur, Wakil Gubernur serta Sekprov Sulut?, ataukah hanya bersifat pribadi. Tapi, apabila ini adalah perintah dari Pemprov Sulut yang mungkin ada rencana lain, kami sangat menghargai itu. Dalam hal ini juga, kami berharap Pemprov Sulut untuk dapat meninjau dan mengevaluasi kembali perihal kehadiran salah satu pejabat Pemprov Sulut itu," sambung militan HAG itu.

Kerap berharap, tidak ada kesan bahwa lewat kehadiran Edwin akan melegitimasi terjadinya dualisme kepengurusan. Karena, harus merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1987 serta dikukuhkan lewat Keputusan Presiden (Kepres) nomor 17 tahun 2010. "Pengurus yang sah adalah pengurus dengan Ketum KADIN Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dan di Sulut dinakhodai oleh Ketua Umum Hangky Arther Gerungan. Kiranya ada ketegasan yang kangkrit dari Pemrov Sulut di bawah kepemimpinan OD-SK," sembur Kerap.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Disperindag Edwin Kindangen belum berhasil dikonfirmasi terkait kehadiraannya pada acara pelantikan pengurus KADIN di Hotel Peninsula, akhir pekan lalu. Tumimomor Cs dilantik Ketum KADIN Indonesia, Eddy Ganefo.(sonny dinar)

 


Komentar