OLLY-ELLY MENCAIR


Manado, MS

Tensi Nyiur Melambai kembali teduh. Pertemuan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut, sulut kesejukan. Komitmen untuk saling bersinergi tercetus.

Kebersamaan Gubernur Olly Dondokambey bersama Bupati Elly Engelbert Lasut dan Wakil Bupati (Wabup) Mochtar Arunde Parapaga atau E2L-Mantap, langsung viral. Kontroversi pelantikan Bupati dan Wabup Kepulauan Talaud yang beberapa bulan terakhir memicu ketegangan, seketika sirna. Respon positif pun menyembul dari berbagai elemen masyarakat. Harapan bersama ‘membangkitkan’ kembali bumi Porodisa dari berbagai persoalan berkumandang.

“Ini menjadi momentum bersejarah yang akan diingat masyarakat Sulut khususnya Talaud. Perbedaan pendapat selama ini yang terjadi bisa teratasi dengan semangat yang sama untuk membangun daerah. Saya kira, ini merupakan cerminan dari dua sosok pemimpin yang peduli dengan rakyat,” ujar Pengamat Pemerintahan dan Kemasyarakat Sulut, Rolly WD Toreh SH, Senin (2/3) malam.

Menurut jebolan Fakultas Hukum (FH) Unsrat itu, sudah selayaknya sinergitas pemerintah kabupaten dan kota dengan pemerintah provinsi (pemprov) harus dikedepankan. Itu karena pemprov merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Artinya, setiap tindak tanduk pemerintah daerah harus bersinergi dengan pemprov dan pemerintah pusat. “Pak Bupati Elly sangat mengerti hal ini. Makanya, langkah beliau untuk bertemu dengan Pak Gubernur Olly sangat tepat, demi masyarakat Talaud. Itu harus diapresiasi,” lugasnya.

Sebelumnya, suasana penuh kehangatan terpancar saat E2L-Mantap menyambangi ‘Gedung Putih’, Senin (2/3) kemarin. Bupati dan Wabup Kepulauan Talaud yang baru saja dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Rabu (26/2) itu, bersilahturahmi dengan Gubernur Olly.

E2L-Mantap tiba sekitar pukul 10:45 Wita di Kantor Gubernur dengan menggunakan mobil Toyota Alphard pelat hitam DD 86 BA. Terlihat, E2L-Mantap sempat menunggu di ruang tunggu gubernur. Sebab pada saat bersamaan, Gubernur Olly sedang membuka sekaligus menghadiri kegiatan di Ruang Mapalus. E2L-Mantap akhirnya bertemu ‘pemegang mapatu’ jazirah utara Pulau Selebes.

Sekira 30 menit melakukan pembicaraan dengan Gubernur Olly, Bupati Elly menemui wartawan. Dia memberikan penjelasan terkait pertemuan tersebut. Gubernur Olly, kata Elly, mengingatkan akan tugas awalnya sebagai orang nomor satu di Bumi Porodisa. "Beliau sudah memberitahu petunjuk 6 bulan pertama yang akan kita lakukan. Jadi ada aturan-aturan yang diingatkan kepada saya dalam mengelola pemerintahan. Seperti contoh pemindahan atau mutasi pejabat," terangnya.

Selain itu, menurut dia, pertemuan perdana ini untuk menjernihkan suasana. Itu agar hubungan Pemprov Sulut dengan Pemkab Kepulauan Talaud, kembali bersinergi. "Tentunya ini akan membuat suasana jadi cair. Beliau juga mengingatkan kepada kami untuk masa-masa yang lalu, sudah dijelaskan dengan detail dan semuanya sudah clear," tandasnya.

"Point paling utama yang dibicarakan dengan Gubernur, sudah clear. Kita akan berusaha semuanya sudah dieliminir, tidak ada lagi persoalan, tidak ada lagi yang memanas-manasi suasana. Ini semua berjalan dengan keadaan jadi baik dan beliau sudah menyambut kami dengan luar biasa. Begitu lah kami datang sebagai Bupati Talaud, melaporkan kepada pimpinan di Sulut ini, yakni kepada Gubernur," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Olly mengapresiasi kunjungan Bupati dan Wabup Kepulauan Talaud. Dia pun membenarkan pernyataan Bupati Elly. “Bagus telah melapor. Ini juga sebagai upaya sinergitas antara kepala kabupaten dan kota dengan pemprov yang harus terjalin dengan baik. Karena Pemprov representasi dari pemerintah pusat,” tandas Olly.

Kedatangan E2L-Mantap juga mematik perumpamaan yang digambarkan Gubernur Olly seperti ‘anak yang baik’. “Terkait pembangunan di Talaud, semua tergantung bupati kalau mau mendengar gubernur maka ada manfaat besar. Contoh dalam rumah tangga, seorang anak kalo dia bae-bae, tantu orang tua mo kase capatu baru, kalo nakal tantu nda dapa (seorang anak jika baik, maka orang tua akan berikan sepatu baru. Jika nakal tentunya tidak dapat),” celetuk Olly.

ELLY TEPATI JANJI

Janji Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut, untuk meminta arahan kepada Gubernur Sulut pasca dilantik Mendagri Tito Karnavian, Rabu (26/2) lalu, akhirnya ditepati. Senin kemarin, dia bersama Wabup Mochtar Arunde Parapaga, menemui orang nomor satu di bumi Nyiur Melambai.

Terkait janji itu, ditegaskan Bupati Elly di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Sebagai gubernur, beliau itu adalah pemimpin kami di Sulut. Jadi langkah kami yang pertama adalah kami tetap mencoba untuk membangun kembali hubungan ini menjadi lebih baik. Kami akan datang ke dia untuk melaporkan bahwa kami telah dilantik oleh pemerintah pusat oleh Bapak Mendagri dan kami akan melaporkan akan melaksanakan tugas di Kabupaten Talaud dan akan minta bimbingan dan arahan beliau sebagai Gubernur Sulut," sebut ujar suami tercinta mantan Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Telly Tjanggulung.

Diketahui, pelantikan E2L-Mantap berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mendagri Nomor 131.71-2750 tahun 2019, tentang pengesahan pengangkatan Bupati Talaud Provinsi Sulut dan Keputusan Mendagri Nomor 132.71.2751 tahun 2019 tentang pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Talaud Provinsi Sulut. Hal itu merujuk Radiogram tertanggal 25 Februari 2020 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Hadi Prabowo.

Dikukuhkannya E2L-Mantap sebagai nakhoda Kabupaten Kepulauan Talaud, dianggap sebagai jawaban atas semua kontroversi hingga polemik yang melilit proses demokrasi di wilayah paling ujung jazirah utara Pulau Selebes. Jalan terjal nan berliku, akhirnya dilewati duo pemimpin yang dipilih rakyat secara langsung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018.

"Saya pikir ini suatu gambaran penghargaan penghormatan pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat yang sudah diputuskan lewat pilkada, dan ternyata penegakan aturan, undang-undang di Indonesia ini sangat tegas dan kami sangat berterima kasih pada Pak Menteri Dalam Negeri yang telah mengambil langkah, memutuskan untuk melantik kami untuk memimpin di kabupaten Talaud," jelas Bupati E2L kepada wartawan di Jakarta.

Ia menuturkan penyelidikan hukum, yang sempat menghambatnya dirinya melenggang ke kursi nomor satu di Kabupaten Talaud, sudah selesai. Para pakar tata negara, kata E2L, sudah ikut andil dalam menyelidiki masalah hukum terhadapnya. "Karena sebelum pelaksanaan pelantikan ini, upaya menggali, membahas, menyelidiki masalah hukum atau apa yang terjadi itu sudah sangat dalam dan sudah clear. Tokoh-tokoh hukum nasional seperti Pak Yusril, Refly Harun dan kawan-kawan yang sangat pakar dalam hukum itu sudah juga memberikan pendapatnya sehingga hasilnya adalah pelaksanaan pelantikan," imbuhnya.

 

PEMPROV BANGUN INFRASTRUKTUR DI TALAUD

Pertemuan Gubernur Olly dan Bupati Elly Lasut, ‘suntik’ semangat baru bagi bumi Porodisa. Sederet megaproyek menyasar wilayah paling ujung Pulau Selebes.

Demikian Bupati Elly usai pertemuan dengan Gubernur Sulut, Senin (2/3) kemarin. “Pak Gubernur akan memperjuangkan Kabupaten Kepulauan Talaud agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Gubernur sudah menyampaikan akan mempresentasikan Kabupaten Talaud,” terang Elly.

Kata Elly, Gubernur juga akan membangun jembatan panjang dari pulau Melonguane sampai pulau Kabaruan. “Dan ini adalah inisiatif dari Gubernur Sulut. Tentunya kami menyambut baik," aku Elly.

"Sekaligus juga karena ada acara Sinode AM di Kabupaten Talaud, saya juga sudah koordinasi dengan Ketua Sinode untuk mengundang beliau (gubernur, red) hadir di sana. Kami akan mempersiapkan pertemuan dengan Gubernur. Kami akan siapkan kedatangannya di sana," imbuhnya.

Hal itu dibenarkan Gubernur Olly Dondokambey. Menurut Olly, sinergitas baik antara pemerintah kabupaten/kota dengan provinsi, harus terjalin baik. “Terkait pembangunan di Talaud, semua tergantung bupati kalau mau mendengar gubernur maka ada manfaat besar,” lugas Olly.

 

E2L-MANTAP MILIK SELURUH RAKYAT TALAUD

Pelantikan E2L-Mantap diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Hal itu menjadi harapan masyarakat saat ini.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Jekmon Amisi kepada Media Sulut, belum lama ini. Dia menyampaikan sederet harapan bagi masyarakat di wilayah ujung utara Pulau Selebes. "Bupati yang dilantik adalah pemimpin kita bersama dan bukan hanya milik E2L-Mantap. Saya berharap, seluruh masyarakat Talaud menyambut pemimpin baru kita. Tidak ada lagi istilah terkotak-kotak. E2L-Mantap pemimpin kita bersama," sebut Jekmon.

Sementara itu, warga yang berdomisili di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, menyambut gembira pelantikan E2L-Mantap. "Akhirnya penantian panjang kami warga Talaud terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terjawab sudah. E2L-Mantap resmi dilantik," ujar Styven Lindo warga Melonguane kegirangan.

Hal senada disampaikan Sweleng Adam. Dirinya meyakini pelantikan E2L-Mantap sebagai Bupati dan Wakil Bupati merupakan akhir dari semua perbedaan yang terjadi di Talaud. "Terpujilah Tuhan. Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Mendagri Tito Karnavian serta seluruh masyarakat Talaud dan Sulawesi Utara bahkan segenap masyarakat Indonesia yang telah mendoakan sehingga proses panjang ini berakhir indah, yang semuanya tak lain hanya untuk kesejahteraan masyarakat Talaud dan NKRI umumnya," ucap Adam yang merupakan Tim Pemenangan E2L-Mantap.

Untuk diketahui, di masa-masa penantian pelantikan E2L-Mantap, gejolak sempat terjadi di Talaud. Aksi demonstrasi terjadi beberapa kali. Bahkan, aksi serupa sempat menghentak pusat pemerintahan Nyiur Melambai. Saat itu, desakan pelantikan terhadap E2L-Mantap jadi tuntutan utama pendemo.(sonny dinar/jos tumimbang)


Komentar