SULUT (MASIH) BEBAS CORONA


-Pasien Asal Manado Ternyata Negatif Corona

-5 Pemda Terlanjur Liburkan Sekolah

 

Manado, MS

Kekhawatiran publik Nyiur Melambai atas teror Virus Corona, sejenak terkubur. Pasien asal Manado yang sempat terkonfirmasi positif Covid-19, dinyatakan negatif.  Alhasil, Sulawesi Utara (Sulut) pun masih bebas dari virus berbahaya itu.

Angin segar bagi masyarakat Sulut itu dilayangkan Ketua Satgas Covid-19 Sulut, dr Debie K R Kalalo. Maklum, warga Sulut sempat dibuat resah oleh informasi adanya satu warga Manado yang positif terinfeksi wabah Corona tersebut.

Menurut Kalalo, dari hasil pemeriksaan laboratorium yang kedua terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Manado, hasilnya negatif. Pun begitu, pasien tersebut masih akan menjalani pemeriksaan tambahan sampai total 8 kali hingga dinyatakan sembuh.

“Pasien masih dalam perawatan isolasi di RSUP Prof Kandou Malalayang Manado dalam kondisi stabil,” ungkap Kadis Kesehatan Sulut, dalam rilis tertulis yang diperoleh harian ini, Minggu (15/3) kemarin.

Sementara ke 37 orang yang ada kontak erat dengan pasien yang bersangkutan telah dilakukan pemeriksaan laboratorium. “Hasilnya akan diketahui waktu yang tidak lama lagi,” tulisnya lagi. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. “Juga tidak perlu berbelanja logistik berlebihan,” tutupnya.

Selaras diungkap Juru Bicara Satgas Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel. “Ya, Hasil pemeriksaan lab yang  kedua, yang bersangkutan (Pasien yang awalnya dinyatakan positif Corona, red), dinyatakan negatif,” bebernya.

“Artinya didalam tubuh pasien tersebut tidak terdeteksi adanya virus (Corona, red). Tapi bukan berarti sudah dinyatakan sembuh, karena akan ada beberapa kriteria pemeriksaan lagi,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulut itu.

Pasien itu disebut masih akan dilakukan 3 hingga 4 kali lagi pemeriksaan. “Kalau negatif baru dinyatakan sembuh dan itu akan ditentukan oleh dokter yang bertanggung jawab menangani pasien tersebut,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya pihak RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado, menyatakan tengah merawat salah satu pasien yang positif Corona. Pasien asal Manado itu dikabarkan  memiliki riwayat perjalanan umroh. Dan dirujuk ke RSUD Malalayang dari salah satu rumah sakit di Manado pada 9 Maret 2020 lalu.

Informasi itu disampaikan Dirut RSUP Prof Kandou Malalayang, Dr dr Jimmy Panelewen, Sabtu (14/3). Sontak kabar itu sempat menggemparkan Sulut. Masyarakat menjadi resah. Pihak pemerintah, hingga organisasi keagamaan pun bersahut-sahutan memberi surat imbauan. Umumnya mengajak warga dan jemaat untuk menghindari tempat keramaian, dan mengarahkan untuk tidak berjabatan tangan. Tujuannya untuk mengantisipasi virus Corona.

Bahkan sejumlah pemerintah daerah telah meliburkan sekolahan. Khususnya di tingkat TK, SD dan SMP. Termasuk Pemprov Sulut yang telah meliburkan sekolah tingkat SMA/SMK. Tak hanya itu, warga luar Manado pun mulai enggan untuk bepergian ke ibukota lagi. Sebagian pusat perbelanjaan di Manado ikut sepi.

5 KEPALA DAERAH LIBURKAN SEKOLAH

Pasca heboh soal 1 pasien asal Manado yang terkonfirmasi positif kena virus Corona, 6 kepala daerah di Sulut bersikap. Aktifitas belajar-mengajar di sekolah, diliburkan.

Utamanya di tingkat TK, SD dan SMP yang menjadi tanggung-jawab pemerintah kabupaten kota. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 tersebut. Masa libur yang ditetapkan pun bervariasi.

Seperti Kota Manado, yang diliburkan selama dua minggu terhitung tanggal 17 hingga 27 maret.Kegiatan belajar-mengajar umumnya diarahkan untuk dilakukan secara mandiri oleh para siswa di rumah, dengan bahan ajar yang sudah diberikan oleh para guru.

"Pemkot Manado memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan Kota Manado. Untuk proses kegiatan belajar mengajar dilakukan secara mandiri di rumah, dengan bahan ajar yang sudah diberikan oleh para guru," terang Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, Minggu (15/3) kemarin.

Langkah itu disebut untuk mencegah penyebaran virus Corona di ibu kota Provinsi Sulut agar tidak semakin meluas. Ia pun meminta  kerja sama dari orangtua siswa untuk mengawasi anak-anak tetap di rumah dan tidak berkegiatan di keremunan orang banyak. “Itu sebagai upaya untuk menekan agar tidak meluasnya penyebaran virus Corona di Kota Manado,”  ujarnya.

Pun begitu, GSVL  meminta warga untuk tetap waspada dan tidak panik terkait Covid-19. "Yang pasti, kami akan terus memonitor perkembangan kasus Virus Corona di Kota Manado,” tandasnya sembari mengajak warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Keputusan serupa diambil Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap (JS). Siswa sekolah dasar dan menengah serta taman kanak-kanak telah diliburkan. “Mulai hari Senin tanggal 16 Maret. Semua sekolah diliburkan dalam batas waktu yang tidak ditentukan,” ungkap bupati kemarin. “Waktu yang tidak ditentukan, sambil melihat perkembangan dan situasi penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Kebijakan yang sama diberlakukan Pemkab Minsel. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah, Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE telah memutuskan untuk meliburkan siswa mulai dari tingkat PAUD, TK,SD hingga SMP. "Tapi siswa yang tidak sekolah diminta Ibu Bupati untuk tetap belajar di rumah dibawah pengawasan orang tua,” ungkap Juru Bicara Pemkab Minsel, Ysis Dona Mangindaan.

Pemkab Bolsel juga mengambil langkah serupa. Siswa mulai TK, SD dan SMP diliburkan mulai 16 sampai 31 Maret. “Ini merupakan keputusan Bupati untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” beber  Kepala Dinas Pendidikan Bolsel, Rante Hattan.

Meskipun sekolah diliburkan, namun para siswa SD dan SMP akan tetap belajar melalui Kelas Maya yang ada dalam aplikasi Rumah Belajar. Program ini telah dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dibawah bimbingan dan arahan guru. “Bagi siswa yang belum memiliki HP (Handpone) dan wilayahnya belum ada jaringan internet, maka gurunya yang menyiapkan bahan belajar dan memberi tugas mandiri kepada siswa selama libur,” timpalnya.

Keputusan yang sama dilakukan Pemkab Bolmong melalui surat edaran Disdik Bolmong nomor 335/D.14/DISDIK/2020. Siswa sekolah TK, SD dan SMP diliburkan 16 hingga 31 Maret 2020. “Keputusan meliburkan para siswa SD dan SMP ini guna menindaklanjuti beberapa instruksi mulai dari Presiden RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Sulawesi Utara, dan Instruksi Bupati Bolmong terkait pencegahan virus Corona,” terangnya.

 “Surat itu ditujukan kepada kepala sekolah SD dan SMP, para pengawas, koordinator wilayah dan lembaga PAUD agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di rumah masing-masing terhitung sejak hari Senin esok, sampai tanggal 30 Maret mendatang,” kata Renti, Minggu (15/3) kemarin.

Selama masa libur berlangsung, proses kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem jarak jauh. “Para guru dan tenaga kependidikan tetap melangsungkan program belajar namun dengan  sistem jarak jauh,” imbuhnya.

DEPROV IKUT ANGKAT SUARA

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) ikut bereaksi menyikapi  informasi adanya pasien asal Manado yang positif virus Corona. Gubernur Sulut, Olly Dondokambey diminta ambil alih komando penanganan Covid-19 di Nyiur Melambai.

Penanganan penyebaran virus Corona dinilai perlu kerja kolaboratif. Pemerintah harus merangkul semua pihak baik swasta, perguruan tinggi, tokoh-tokoh agama, LSM untuk mengedukasi masyarakat agar tidak panik.

"Gerakkan semua potensi yang dimiliki. Koordinasikan dengan pemerintah kabupetan kota di Sulut sehingga langkah penanganan pemerintah akan lebih efektif,” tanggap Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Pangemanan, Minggu kemarin.

Pemprov juga dinilai perlu menyiapkan anggaran yang bisa langsung digunakan dalam upaya penanganan Covid-19. “Sekaligus bisa menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan kasus suspect Corona serta menambah ruang isolasi di Rumah Sakit. Pemerintah Provinsi harus terbuka dan responsif dalam penanganan kasus virus Corona,” paparnya lagi.

Ia juga menganjurkan agar pemprov menutup semua destinasi wisata dan tempat hiburan. “Minimal sampai 3 minggu ke depan, sambil melihat perkembangan selanjutnya,” usulnya.  "Pemerintah Provinsi juga sebaiknya segera mengambil langkah untuk menghentikan sementara kegiatan atau aktivitas pendidikan terlebih khusus SMA/SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi," sambungnya.

Tak hanya itu, penyemprotan disinfektan dinilai perlu dilakukan di seluruh fasilitas publik di agar terjamin kebersihannya.  "Pemprov juga harus menjamin pelayanan masyarakat berjalan dengan normal dan mengoptimalkan pelayanan berbasis online,” tukas Melky.

“Yang tak kalah pentingnya lagi, pemprov harus bisa menjamin dan memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok, ketersediaan obat-obatan, masker dan hand sanitizer,” tambahnya.

Masyarakat juga diimbau mengimbau untuk tidak panik, tetap tenang, dan menjaga kesehatan. “Sekaligus mengurangi aktivitas di tempat yang mendatangkan kerumunan orang banyak,” katanya.

Selain itu  masyarakat diminta mempelajari soal antisipasi virus corona. Baik cara pencegahan maupun penyebarannya. “Jika terdapat gejala flu dan demam, segera periksakan ke fasilitas kesehatan masyarakat terdekat,” pungkas Melky.

OLLY CONCERN SIKAPI CORONA 

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk pro aktif dalam mengantisipasi dan menyikapi virus Corona. Itu menyusul ditetapkannya Covid-19 sebagai Pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Instruksi Jokowi direspon Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Orang nomor 1 di bumi Nyiur Melambai komit untuk memenuhi amanat Presiden. Apalagi, Sulut sempat dihebohkan dengan adanya salah satu pasien yang sempat terkonfirmasi positif Covid -19.

Pemerintah Provinsi Sulut jamin selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan akan selalu bersama-sama dengan rakyat. Beragam terobosan pun untuk menyikapi ancaman Virus Corona telah digagas.

Salah satunya dengan mempersiapan Anggaran sebesar Rp50 lewat pergeseran anggaran tahun 2020. " Hari Senin lusa (Hari ini, red), akan keluar Permendagri dalam rangka pergeseran anggaran yang akan keluar di APBD Provinsi Sulawesi Utara, ini sudah dikoordinasikan dengan Menteri Dalam Negeri serta Menteri Keuangan," ungkap Olly, Sabtu (14/3) baru-baru ini.

"Kita putuskan, yang pertama kita akan geser anggaran TPPAD. Jadi semua yang dapat anggaran itu sampai desember, enam bulannya kita tarik. Jadi pegawai (ASN) sudah berkorban untuk penanganan COVID-19," tegas Olly.

Selain anggaran TPPAD, Olly juga akan mencopot anggaran yang belum prioritas yang akan dihibahkan kepada daerah nantinya akan digeser untuk penanganan COVID-19.

"Sebelumnya, kita sudah persiapkan untuk beli masker dan lainnya dengan dana cadangan bencana sebesar tiga setengah miliar. Ini saya pikir kurang, makanya saya koordinasikan dengan Menteri Keuangan sama Menteri Dalam Negeri sehingga hari Senin tinggal ditandatangani sehingga bisa melakukan pergeseran anggaran untuk melakukan persiapan-persiapan guna mencegah COVID-19 berkembang," jelas Olly.

Olly anggaran sebesar Rp50 milliar itu nantinya akan dipergunakan juga untuk menambah ruang isolasi pasien COVID-19. "Kita akan menyiapkan pembiayaan dana untuk menunjang apabila suspek nya bertambah. Jadi tempat untuk isolasi kita akan siapkan (lebih besar) karena saat ini kemampuan Rumah Sakit Umum Daerah untuk menampung pasien yang betul-betul positif baru sampai sepuluh tempat tidur. Nah ini yang akan kita tingkatkan sampai delapan puluh tempat tidur."

"Kita juga sudah menganjurkan kepada seluruh Rumah Sakit agar mempersiapkan tempat-tempat isolasi menjaga apabila ini (COVID-19) berkembang terus," jelas Olly.

Olly menambahkan, akan mempersiapkan laboratorium khusus untuk mendeteksi COVID-19 di Sulut. "Karena kalau kita menunggu hasil resmi dari pemerintah pusat itu memakan waktu lima hari dan berakibat bahwa kita akan terlambat mengambil langkah-langkah menangani (pasien) yang terdeteksi (COVID-19)," tutur Olly.

Lanjut Olly, pihaknya juga akan mempersiapkan Rumah Singgah yang akan digunakan sebagai deteksi dini bagi masyarakat yang diduga terkena COVID-19. "Rumah singgah ini dimaksudkan apabila terdeteksi dalam pengecekan suhu badannya sampai 38, kita tempatkan (sementara) di Rumah Singgah," timpalnya.

 

 

Gubernur Olly pun meminta segenap stakeholder, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat untuk bersatu hati berdoa, memohon dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga dan melindungi warga Sulut dan Indonesia terhindar dari pandemi Virus corona.

“Mari kita segenap masyarakat Sulut dimanapun berada, kita bersatu hati berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melindungi dan meluputkan kita dari wabah virus corona yang sedang melanda dunia. Kita yakin dengan iman percaya, doa kita menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan ditengah-tengah situasi dan kondisi saat ini,” ujar Gubernur Olly yang turut didampingi Wagub Steven Kandouw.

Ia pun berharap masyarakat Sulut untuk tidak panik dan tetap tenang dengan berbagai informasi saat ini, namun harus tetap waspada. “Masyarakat harus tetap tentang, tidak panik dan tidak langsung terprovokasi dengan pemberitaan. Harus dicek apakah benar atau hoax. Selain itu masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat menjaga imun tubuh, konsumsi makanan bergizi sayuran dan buah-buahan,” imbuh Gubernur Olly.

Gubernur juga menyarankan agar masyarakat menghindari keramaian yang berpotensi menyebabkan terkena virus tersebut. “Keramaian atau kegiatan yang tidak perlu supaya dikurangi dulu sembari menjaga pola hidup sehat di rumah dan lingkungan sekitar,” pintanya. “Jadi sekali lagi saya himbau kepada rakyatku, mari torang bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jaga kebersihan dan rajin berolahraga serta jadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup, tidak terprovokasi berita hoax dan kurangi keberadaan dan kegiatan di lokasi keramaian. Niscaya Tuhan selalu beserta kita,” tutup Gubernur pilihan rakyat ini. (tim ms)

 

 

 

 

 

 

 


Komentar