Rebut Mandat Golkar, Tetty Kian Sakti


Manado, MS

Posisi Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sebagai ‘jagoan’ Partai Golongan Karya (Golkar) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut), kian pasti. Itu diperkuat dengan turunnya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pun begitu, sejumlah penugasan diberikan kepada Tetty, sapaan akrab Bupati Minahasa Selatan (Minsel) ini.

Informasi yang diperoleh, sederet tugas yang diberikan kepada Tetty antara lain, mencari koalisi atau pasangannya. Selanjutnya, akan dilakukan survei terakhir. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, Raski Mokodompit saat dihubungi, Senin (23/3). Dia mengatakan, DPP Golkar sudah mengeluarkan SK untuk seluruh daerah pelaksana pilkada di Sulut. Begitu pula, kata dia, dengan pemilihan di tingkat provinsi. Hanya saja, baru sebagai surat penugasan sementara. Mereka diberikan mandat salah satunya mencari pasangan, koalisi atau penambahan kursi.

"Jadi baru surat penugasan sementara dari DPP untuk menambah tambahan kursi bagi yang masih kurang di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) terus menambah koalisi atau kerja sama politik dengan partai lain. Sekaligus mencari pasangan. Jadi ini baru penetapan sementara," terang Raski.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut yang digadang-gadang menjadi Sekretaris DPD I Partai Golkar ini menjelaskan, nantinya apabila sudah diketahui pasangan mereka akan disurvei lagi. "Pas pasangannya nanti sudah ada akan disurvei lagi. Yang pasti itu sudah penugasan sementara. Kita akan lihat nanti," jelas Anggota Komisi III DPRD Sulut ini.

Wakil rakyat daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini berharap, penugasan DPP yang salah satunya mencari penambahan kursi atau pasangan dapat terpenuhi. "Mereka perlu menambah kursi karena masih kekurangan seperti di Manado, Imba harus mencari koalisi. Begitu juga di provinsi Ibu CEP harus menambah kursi," tutur Mokodompit.

Semua daerah telah dikeluarkan penugasan oleh DPP, di antaranya Minahasa Utara (Minut), Bitung, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolmong Selatan (Bolsel), Manado, Tomohon,  Minahasa Selatan (Minsel) dan tingkat provinsi. Namun, ada daerah yang lebih dari satu nama diberikan penugasan DPP. "Seperti Tomohon ada tiga orang. Kalau Minsel, MEP (Michaela Elsiana Paruntu) tinggal dicari pasangannya. Kalau Minsel sudah dibilang 50 persen sudah di dalam (usungan partai, red) tinggal cari pasangan. Entah internal atau luar (partai Golkar, red) pasti akan disurvei," ungkapnya.

Menurutnya, daerah dimana Golkar memiliki suara signifikan bisa mencari pasangan di internal namun boleh pula menambah koalisi dengan figur dari luar partai. "Kalau Tomohon ada tiga nama, nantinya bila masing-masing itu sudah mencari pasangannya tetap akan disurvei lagi," kuncinya.

Teranyar, dari 7 kabupaten dan kota penyelenggara pilkada di Sulut, ada 4 nama yang mendapatkan SK rekomendasi sebagai bakal calon bupati tunggal. Adalah Michaela Elsiana Paruntu (MEP) di Minsel, Jimmy Rimba Rogi di Manado, Denny Wowiling di Minahasa Utara (Minut) dan Pricilla Cindy Wurangian di Bitung. Berbeda dengan tiga daerah penyelenggara lainnya seperti Tomohon. SK diserahkan kepada tiga nama yakni Syerly Adelyn Sompotan, Jilly Gabriella Eman dan Milky Junita Linda Wenur. Untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kepada Sam Sachrul Mamonto dan Suhendro Baroma. Terakhir, untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kepada Hadisiswono Dario Gobel dan Riston Mokoagow.

Selain itu, SK rekomendasi dari DPP Golkar juga diserahkan kepada Christiany Eugenia Paruntu sebagai Bakal Calon Gubernur Sulut periode 2021-2026.(arfin tompodung/tim ms)

 


Komentar