Ibunda Presiden Wafat, Sulut Turut Berduka


Selimut duka membungkus keluarga Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Sang ibunda tercinta, Sujiatmi Notomiharjo, dikabarkan meninggal dunia, Rabu (25/3) kemarin. Dukacita yang dialami orang nomor satu di Tanah Air ini juga turut dirasakan pemerintah dan segenap masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut).

Gubernur Olly Dondokambey telah menyampaikan ungkapan bela sungkawa dan rasa berduka yang mendalam.

 

"Saya atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Sulut menyatakan turut berduka cita atas berpulangnya ibunda tercinta dari bapak Presiden Jokowi Almarhumah Sujiatmi Notomiharjo," ujar Gubernur Olly didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandou bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Edwin Silangen.

Gubernur berharap, dalam momentum dukacita atas kepergiaan ibunda tercinta, keluarga besar Presiden Jokowi dapat diberikan ketabahan dan penghiburan dari Allah SWT. "Saya mohon pemerintah dan masyarakat Sulut mendoakan agar bapak Presiden Jokowi dapat diberitakan ketabahan dan semoga almarhumah husnul khatimah," ungkap Olly.

Almarhumah Sujiatmi Notomiharjo diketahui tutup usia 77 tahun di Solo, Rabu kemarin pukul 16.45 WIB. Presiden Jokowi bersama keluarga telah menjelaskan penyebab kematian sang ibunda tercinta. "Ibu sudah 4 tahun menderita sakit kanker dan sudah berobat, berusaha, berikhtiar dan berdoa," ujar Presiden Jokowi didampingi putranya, Gibran Rakabuming Raka sesaat setelah jenazah tiba di rumah duka di Jalan Pleret Raya Kelurahan Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah.

Presiden menuturkan jika ibundanya telah mendapat perawatan pertama di RPAD Gatot Subroto Jakarta. "Tapi Allah menghendaki lain," ungkapnya dengan nada penuh kesedihan.

Rencananya, jenazah Almarhumah Sujiatmi Notomiharjo akan dikebumikan hari ini pukul 13.00 WIB di pemakaman keluarga presiden di Mundu, Kabupaten Karanganyar.(sonny dinar)


Komentar